Staf Rumah Sakit Gaza Ditanyai Jaksa Kejahatan Perang ICC, Netanyahu Ketakutan

Selasa, 30 April 2024 - 18:41 WIB
loading...
Staf Rumah Sakit Gaza...
Rumah Sakit Al Shifa hancur setelah dikepung dan diserbu pasukan kolonial Israel di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
DEN HAAG - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mewawancarai staf dari dua rumah sakit terbesar di Gaza, menurut dua sumber kepada Reuters.

Ini adalah konfirmasi pertama bahwa penyelidik ICC sedang berbicara dengan petugas medis tentang kemungkinan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Sumber tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa para penyelidik ICC telah mengambil kesaksian dari staf yang pernah bekerja di rumah sakit utama di Kota Gaza di utara daerah kantong tersebut, Al Shifa, dan rumah sakit utama di Khan Yunis di Gaza selatan, Nasser.

Sumber tersebut menolak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan kekhawatiran tentang keselamatan calon saksi.

Salah satu sumber mengatakan kejadian di sekitar rumah sakit dapat menjadi bagian dari penyelidikan ICC, yang menyidangkan kasus pidana terhadap individu atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida dan agresi.

Kantor Kejaksaan ICC menolak memberikan komentar mengenai masalah operasional dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, dengan alasan perlunya menjamin keselamatan para korban dan saksi.

ICC mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kedua pihak dalam konflik tersebut, termasuk serangan tanggal 7 Oktober oleh pejuang Hamas terhadap Israel dan serangan Israel berikutnya di Gaza.

Selama konflik, dua rumah sakit utama di Gaza telah menjadi sasaran utama Israel yang dikepung dan diserbu pasukan Israel yang menuduh Hamas menggunakan rumah sakit tersebut untuk tujuan militer. Namun tuduhan Israel itu dibantah Hamas dan para staf medis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Mahasiswa Antusias Berlatih...
Mahasiswa Antusias Berlatih Jadi Reporter di Booth iReporter ICC Unsoed
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Messi Gagal Penalti,...
Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
1.000 Prajurit Israel...
1.000 Prajurit Israel yang Meminta Perang Gaza Diakhiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved