AS Ungkap 5 Unit Militer Israel Bersalah atas Pelanggaran HAM Berat
Selasa, 30 April 2024 - 21:45 WIB
loading...
Pasukan Israel menindak warga Palestina yang memprotes permukiman Yahudi di dekat Nablus, Tepi Barat. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyatakan lima unit Israel bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.
Departemen Luar Negeri AS mengungkap hal itu pada hari Senin (29/4/2024). Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi “insiden pelanggaran hak asasi manusia berat” terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sebelum serangan pimpinan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober.
“Setelah proses yang hati-hati, kami menemukan lima unit Israel bertanggung jawab atas insiden pelanggaran berat hak asasi manusia. Semua ini terjadi sebelum tanggal 7 Oktober dan tidak ada yang terjadi di Gaza,” ujar wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel pada Senin.
“Empat dari unit-unit ini telah secara efektif memperbaiki pelanggaran-pelanggaran ini, yang merupakan apa yang kami harapkan akan dilakukan oleh mitra-mitra kami… Untuk unit-unit lainnya, kami terus melakukan konsultasi dan keterlibatan dengan pemerintah Israel,” papar dia.
Patel mengatakan temuan ini tidak akan berdampak pada transfer senjata dari AS ke Israel yang digunakan untuk membantai warga Palestina di Jalur Gaza.
Departemen Luar Negeri AS mengungkap hal itu pada hari Senin (29/4/2024). Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi “insiden pelanggaran hak asasi manusia berat” terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sebelum serangan pimpinan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober.
“Setelah proses yang hati-hati, kami menemukan lima unit Israel bertanggung jawab atas insiden pelanggaran berat hak asasi manusia. Semua ini terjadi sebelum tanggal 7 Oktober dan tidak ada yang terjadi di Gaza,” ujar wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel pada Senin.
“Empat dari unit-unit ini telah secara efektif memperbaiki pelanggaran-pelanggaran ini, yang merupakan apa yang kami harapkan akan dilakukan oleh mitra-mitra kami… Untuk unit-unit lainnya, kami terus melakukan konsultasi dan keterlibatan dengan pemerintah Israel,” papar dia.
Patel mengatakan temuan ini tidak akan berdampak pada transfer senjata dari AS ke Israel yang digunakan untuk membantai warga Palestina di Jalur Gaza.
Lihat Juga :