Sejumlah Warga Inggris Diduga Diam-diam Gabung Taliban di Afghanistan

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan (MoD) Inggris mengatakan, “Pengerahan pasukan tambahan sekitar 600 tentara Inggris ke Afghanistan datang mengingat meningkatnya kekerasan dan memburuknya lingkungan keamanan dengan cepat di Afghanistan."

Diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris bahwa Duta Besar Inggris Sir Laurie Bristow yang akan tetap berada di Afghanistan dengan tim personel kecil, akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman di Kabul.

Kedutaan Inggris juga dilaporkan akan membantu Kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan (ARAP) yang mendukung relokasi mantan staf Afghanistan dan keluarga mereka ke Inggris.

AS juga mengirimkan sekitar 3.000 pasukan militer tambahan ke bandara di Kabul untuk membantu mengevakuasi sejumlah "signifikan" staf kedutaan.

"Kami berharap menarik kehadiran diplomatik inti di Afghanistan dalam beberapa pekan mendatang," ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Ned Price.

Departemen Luar Negeri AS berjanji mempercepat penerbangan Visa Imigrasi Khusus untuk warga Afghanistan yang membantu pasukan AS di negara itu.

Ini terjadi ketika pejuang Taliban mungkin bisa mengambil alih ibukota Afghanistan Kabul dalam waktu 90 hari, menurut seorang pejabat pertahanan AS mengutip penilaian intelijen pada Rabu.

"Tapi ini bukan kesimpulan yang sudah pasti," ungkap sumber itu seperti dikutip Reuters.

Di tengah situasi yang bergejolak, utusan internasional yang bertemu perunding pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban di Qatar menegaskan kembali bahwa dunia internasional tidak akan mengakui pemerintah mana pun di Afghanistan "yang dipaksakan melalui penggunaan kekuatan militer".

Mereka mendesak proses perdamaian yang dipercepat untuk Afghanistan sebagai "masalah yang sangat mendesak."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved