Militer Israel Klaim Temukan Jasad Seorang Sandera di Kota Rafah
Kamis, 09 Januari 2025 - 19:45 WIB
loading...
Para demonstran, yang membawa spanduk dan poster yang mengkritik pemerintah, menuntut gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran sandera yang ditawan di Gaza di depan gedung Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, Israel pada 2 November 2024. Foto/Mo
A
A
A
TEL AVIV - Militer Israel, pada hari Rabu (8/1/2025), mengklaim mengambil jasad seorang sandera selama operasi di kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Dalam pernyataan di X, militer menyatakan pasukannya, berkoordinasi dengan Dinas Keamanan Umum (Shin Bet), "berhasil mengambil jenazah Youssef Ziyadne dari dalam terowongan di Rafah pada hari Selasa."
Ziyadne diculik pada tanggal 7 Oktober 2023, dan dibunuh saat ditawan, klaim militer, tanpa memberikan rincian tentang bagaimana dia dibunuh.
Israel saat ini menahan lebih dari 10.300 warga Palestina di penjaranya, sementara diperkirakan sekitar 100 sandera Israel ditahan di Gaza.
Militer Israel lebih lanjut mencatat, “Sebagai bagian dari operasi penyelamatan, bukti yang terkait dengan putra Youssef, Hamza Ziyadne, yang juga diculik pada 7 Oktober, ditemukan, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang nasibnya.”
Dalam perkembangan terkait, penyiar resmi Israel, KAN, melaporkan jasad Youssef Ziyadne ditemukan bersama beberapa jenazah pria bersenjata yang ditugaskan untuk menjaganya, yang menunjukkan dia mungkin telah tewas dalam serangan udara Israel.
Militer Israel telah melanjutkan perang genosida di Gaza yang menewaskan hampir 46.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan di X, militer menyatakan pasukannya, berkoordinasi dengan Dinas Keamanan Umum (Shin Bet), "berhasil mengambil jenazah Youssef Ziyadne dari dalam terowongan di Rafah pada hari Selasa."
Ziyadne diculik pada tanggal 7 Oktober 2023, dan dibunuh saat ditawan, klaim militer, tanpa memberikan rincian tentang bagaimana dia dibunuh.
Israel saat ini menahan lebih dari 10.300 warga Palestina di penjaranya, sementara diperkirakan sekitar 100 sandera Israel ditahan di Gaza.
Militer Israel lebih lanjut mencatat, “Sebagai bagian dari operasi penyelamatan, bukti yang terkait dengan putra Youssef, Hamza Ziyadne, yang juga diculik pada 7 Oktober, ditemukan, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang nasibnya.”
Dalam perkembangan terkait, penyiar resmi Israel, KAN, melaporkan jasad Youssef Ziyadne ditemukan bersama beberapa jenazah pria bersenjata yang ditugaskan untuk menjaganya, yang menunjukkan dia mungkin telah tewas dalam serangan udara Israel.
Militer Israel telah melanjutkan perang genosida di Gaza yang menewaskan hampir 46.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.
Lihat Juga :