Intelijen AS: Kabul Akan Jatuh ke Taliban dalam 90 Hari

Kamis, 12 Agustus 2021 - 12:22 WIB
loading...
Intelijen AS: Kabul...
Para milisi bersenjata Taliban siaga di titik pemeriksaan Farah, Afghanistan, 11 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kelompok Taliban dapat mengisolasi Ibu Kota Afghanistan , Kabul, dalam 30 hari dan kemungkinan mengambil alih dalam waktu 90 hari. Hal itu disampaikan seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengutip laporan intelijen Amerika.

Prediksi itu muncul ketika milisi pemberontak bersenjata itu bangkit kembali dan membuat lebih banyak kemajuan di seluruh negeri.

Baca juga: Timeline Taliban Rebut 9 Ibu Kota Provinsi Afghanistan dalam 6 Hari

Pejabat itu, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan penilaian baru intelijen tentang berapa lama Kabul bisa bertahan adalah hasil dari keuntungan cepat Taliban saat pasukan NATO pimpinan AS pergi.

“Tapi ini bukan kesimpulan yang sudah pasti,” kata pejabat pertahanan AS tersebut, yang dilansir Kamis (12/8/2021).

Dia mengatakan bahwa pasukan keamanan Afghanistan dapat membalikkan momentum dengan melakukan lebih banyak perlawanan.

Seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan kelompok Islamis itu kini menguasai 65 persen wilayah Afghanistan dan telah mengambil atau mengancam akan mengambil alih 11 ibu kota provinsi lainnya di negara tersebut.

Faizabad, di provinsi timur laut Badakhshan, kemarin menjadi ibu kota provinsi kedelapan yang direbut oleh Taliban.

Pertempuran sangat intens di kota Kandahar, kata seorang dokter yang berbasis di provinsi Kandahar selatan. Kota itu menerima sejumlah mayat pasukan Afghanistan dan beberapa anggota Taliban yang terluka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Balas Serangan AS di...
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
Berita Terkini
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved