alexametrics

Rouhani: Perdagangan Iran dengan Negara Sahabat Bukan Urusan AS

loading...
Rouhani: Perdagangan Iran dengan Negara Sahabat Bukan Urusan AS
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/IRNA
A+ A-
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan perdagangan Teheran dengan negara-negara sahabat bukanlah urusan Amerika Serikat (AS). Ia juga mengatakan sanksi AS tidak sesuai dengan Hukum Perdagangan Internasional.

"Amerika Serikat ingin ikut campur bahkan dalam hubungan perdagangan normal Iran dengan negara sahabat," kata Rouhani pada rapat kabinet.

"Jika tidak ada persatuan antara pemerintah Iran, cabang kekuasaan yang berbeda dan Angkatan Bersenjata, AS mungkin akan berhasil dalam agresi di Laut Karibia seperti tahun lalu dan menghentikan sebuah kapal tanker yang membawa minyak Iran di Gibraltar," Rouhani menekankan seperti dikutip dari kantor berita Iran, IRNA, Rabu (27/5/2020).



Sebelumnya, sejumlah kapal tanker Iran yang mengangkut minyak bersandar di Venezuela untuk membantu negara itu yang kekurangan bahan bakar akibat sanksi AS.

Tindakan Iran dilaporkan membuat AS naik pitam. Seorang pejabat senior pemerintah Trump mengatakan bahwa pengiriman bahan bakar Iran tidak hanya tidak disukai oleh AS tetapi juga tidak dapat diterima oleh kawasan.

Utusan permanen Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, mengungkapkan ancaman yang dilontarkan Washington untuk kapal tanker Iran yang tengah menuju negara Amerika Selatan itu.

Dalam sebuah tweet, Moncada mengatakan, Venezuela telah memperingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang ancaman penggunaan kekuatan militer oleh AS terhadap kapal-kapal Iran yang membawa minyak ke negara tersebut. (Baca: AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer Hentikan Tanker Iran ke Venezuela)

Terkait hal ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan jika negaranya mempunyai untuk bekerja sama dengan Iran. (Baca: Maduro Tegaskan Venezuela Memiliki Hak untuk Bekerjasama dengan Iran)
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak