Indonesia Pimpin Dialog FACT, 23 Negara Janji Bantu Hutan-hutan Dunia

Sabtu, 29 Mei 2021 - 20:01 WIB
loading...
Indonesia Pimpin Dialog FACT, 23 Negara Janji Bantu Hutan-hutan Dunia
Dialog FACT COP26 mempertemukan 23 negara untuk mendukung pernyataan bersama mengenai komitmen bekerja sama melindungi hutan dunia. Foto/kedubes inggris
A A A
JAKARTA - Dialog FACT COP26 mempertemukan 23 negara untuk mendukung pernyataan bersama mengenai komitmen bekerja sama melindungi hutan dunia.

Indonesia juga ditetapkan sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) Dialog FACT. Sebanyak 23 negara itu bersatu dalam inisiatif COP26 untuk melindungi hutan dunia melalui perdagangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Indonesia bergabung dengan Inggris dalam memimpin Dialog Perdagangan Hutan, Pertanian dan Komoditas (FACT–Forest, Agriculture and Commodity Trade).

Baca juga: Bos Pasukan Quds Iran: Orang-orang Israel Harus 'Kembali' ke AS dan Eropa

Pernyataan bersama yang menetapkan tujuan dan tindakan bersama, telah dipublikasikan sebelum kelompok kerja pertama Dialog FACT.

Baca juga: Rouhani: Ada Kesepakatan untuk Cabut Sanksi Utama terhadap Iran

Dialog Perdagangan Hutan, Pertanian dan Komoditas (FACT - Forest, Agriculture and Commodity Trade) COP26 telah mengambil langkah signifikan dalam menyatukan lebih dari 20 negara untuk berkomitmen melindungi hutan dunia dan habitat alam dari kerusakan.

Baca juga: Amnesty: Israel Harus Batalkan Rencana Usir Paksa Keluarga Palestina di Silwan

Indonesia akan menjadi ketua bersama Dialog FACT dengan Inggris, seiring 23 negara menyetujui pernyataan bersama yang berkomitmen bekerja sama melindungi hutan dunia yang berharga sambil mempromosikan perdagangan berkelanjutan dan rantai pasokan komoditas pertanian.

Diluncurkan pada Februari, Dialog FACT mempertemukan negara-negara utama yang membeli dan memproduksi produk seperti daging sapi, kedelai, dan minyak kelapa sawit untuk menyepakati bagaimana produk-produk tersebut dapat diperdagangkan secara lebih berkelanjutan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1121 seconds (10.177#12.26)