Bersitegang dengan AS, China Sahkan UU Anti Spionase Baru
Selasa, 27 April 2021 - 13:23 WIB
loading...
China sahkan undang-undang anti spionase baru di tengah ketegangan dengan AS. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
BEIJING - China meningkatkan aktivitas anti spionase di tengah memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan fokus pada keamanan nasional jelang peringatan penting Partai Komunis akhir tahun ini.
Kantor berita China, Xinhua, mengutip seorang pejabat senior di Kementerian Keamanan Negara melaporkan aturan baru memungkinkan otoritas keamanan China untuk menyusun daftar perusahaan dan organisasi yang dianggap rentan terhadap infiltrasi asing dan mengharuskan mereka untuk mengambil langkah-langkah keamanan.
"Spionase luar negeri dan badan intelijen serta pasukan musuh telah meningkatkan infiltrasi ke China, dan memperluas taktik mereka dalam mencuri rahasia dengan berbagai cara dan di lebih banyak bidang, yang menimbulkan ancaman serius bagi keamanan dan kepentingan nasional China," tulis Xinhua mengutip pejabat tersebut yang dinukil Bloomberg, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Australia: Konflik dengan China atas Taiwan Tidak Boleh Diabaikan
Aturan tersebut dikeluarkan di tengah hubungan yang semakin tegang antara China dan Barat, karena Washington berusaha untuk melawan pengaruh ekonomi dan keamanan Beijing yang meningkat. Kementerian Keamanan Negara yang kuat telah memainkan peran sentral dalam perjuangan itu, yang paling jelas dengan penahanan profil tinggi terhadap warga negara asing seperti warga Kanada Michael Kovrig dan Michael Spavor, yang sedang menunggu putusan setelah pengadilan mata-mata.
Kantor berita China, Xinhua, mengutip seorang pejabat senior di Kementerian Keamanan Negara melaporkan aturan baru memungkinkan otoritas keamanan China untuk menyusun daftar perusahaan dan organisasi yang dianggap rentan terhadap infiltrasi asing dan mengharuskan mereka untuk mengambil langkah-langkah keamanan.
"Spionase luar negeri dan badan intelijen serta pasukan musuh telah meningkatkan infiltrasi ke China, dan memperluas taktik mereka dalam mencuri rahasia dengan berbagai cara dan di lebih banyak bidang, yang menimbulkan ancaman serius bagi keamanan dan kepentingan nasional China," tulis Xinhua mengutip pejabat tersebut yang dinukil Bloomberg, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Australia: Konflik dengan China atas Taiwan Tidak Boleh Diabaikan
Aturan tersebut dikeluarkan di tengah hubungan yang semakin tegang antara China dan Barat, karena Washington berusaha untuk melawan pengaruh ekonomi dan keamanan Beijing yang meningkat. Kementerian Keamanan Negara yang kuat telah memainkan peran sentral dalam perjuangan itu, yang paling jelas dengan penahanan profil tinggi terhadap warga negara asing seperti warga Kanada Michael Kovrig dan Michael Spavor, yang sedang menunggu putusan setelah pengadilan mata-mata.
Lihat Juga :