Prosesi Penguburan Mahasiswa Myanmar Ditembaki Pasukan Junta

Senin, 29 Maret 2021 - 11:43 WIB
loading...
Prosesi Penguburan Mahasiswa...
Foto Thae Maung Maung, 20, mahasiswa Myanmar yang dibunuh pasukan junta militer, dibawa para pelayat menuju tempat pemakaman. Foto/Twitter @nslwin
A A A
YANGON - Tindakan pasukan keamanan Myanmar yang dikendalikan junta militer kembali memuakkan. Mereka menembaki kerumunan pelayat yang berkumpul untuk penguburan seorang mahasiswa.

Para pengunjuk rasa telah menyerukan pembebasan politisi yang terpilih secara demokratis dan kembali ke demokrasi setelah kudeta militer pada 1 Februari. Kudeta itu telah menyebabkan kekerasan selama berminggu-minggu dan ratusan kematian.

Baca juga: Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda

Para pelayat berkumpul setelah mahasiswa bernama Thae Maung Maung, 20, tewas dalam protes hari Sabtu. Dia bagian dari 114 orang yang dibunuh oleh pasukan keamanan di berbagai wilayah di negara itu.

Para pelayat menyanyikan sebuah lagu atas dedikasinya, di kota Bago dekat Yangon, ketika personel militer bersenjata lengkap muncul.

"Saat kami [sedang] menyanyikan lagu revolusi untuknya, pasukan keamanan baru saja datang dan menembak kami," kata seorang wanita bernama Aye kepada Reuters yang dilansir Senin (29/3/2021). "Orang-orang, termasuk kami, lari saat mereka melepaskan tembakan."

Tidak ada laporan tentang korban jiwa, menurut tiga orang di kota setempat yang berbicara kepada Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved