Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda

Senin, 29 Maret 2021 - 10:04 WIB
loading...
Kubu Suu Kyi Dulu Bela...
Komunitas etnis Rohingya di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Politisi sekutu utama Aung San Suu Kyi mengatakan ratusan ribu Muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh harus dipulangkan. Dia minta mereka diberi hak-hak yang sama dengan masyarakat Myanmar , termasuk hak kewarganegaraan.

Ratusan ribu warga Muslim Rohingya itu sampai saat ini masih tinggal di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Mereka eksodus ketika dianiaya oleh pasukan Myanmar tiga tahun lalu.

Baca juga: Biden: Pertumpahan Darah Myanmar Benar-benar Keterlaluan!

Mereka dianiaya ketika Suu Kyi berkuasa. Hal itulah yang membuat komunitas internasional mengecam Suu Kyi karena menutup mata atas penderitaan komunitas Rohingya.

Sasa, sekutu utama Suu Kyi yang hanya menggunakan satu nama dan menggambarkan dirinya sebagai utusan yang mewakili parlemen Myanmar untuk PBB, mengatakan sudah waktunya bagi 55 juta orang negara itu untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan menghadapi militer yang merebut kekuasaan sejak 1 Februari lalu.

Di bawah pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Suu Kyi, yang sekarang ditahan, Myanmar membela militer dari tuduhan melakukan genosida terhadap Rohingya mulai tahun 2017, memaksa lebih dari 700.000 orang melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Perlakuan militer terhadap Rohingya mendorong Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada para pemimpin militer, merusak reputasi internasional Suu Kyi, dan memperburuk iklim investasi.

Pihak berwenang terus menerus gagal menjamin perlindungan untuk pemulangan mereka, membuat mereka hidup dalam kondisi jorok di kamp-kamp pengungsi. Mereka ditolak hak-hak dasarnya termasuk kewarganegaraan, sementara pihak berwenang—termasuk yang terpilih sebelumnya—bahkan menolak untuk mengakui mereka sebagai Rohingya dan menyebut mereka "Bengali", sebutan yang dianggap sebagai penghinaan terhadap komunitas itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Berita Terkini
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved