Ilmuwan Sebut Plastik dan Polutan Kimiawi Mengecilkan Penis
Kamis, 25 Maret 2021 - 04:36 WIB
loading...
Paparan plastik dan bahaya kimiawi lainnya dalam kehidupan modern dapat mengecilkan ukuran penis dan mengurangi jumlah sperma, mengikis kesuburan sehingga masa depan umat manusia terancam. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Paparan plastik dan bahaya kimiawi lainnya dalam kehidupan modern dapat mengecilkan ukuran penis dan mengurangi jumlah sperma , mengikis kesuburan sehingga masa depan umat manusia terancam. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang ahli epidemiologi terkemuka dalam buku barunya.
“Sederhananya, kita hidup di era reproduksi yang memiliki efek bergema di seluruh planet,” tulis Dr Shanna Swan dalam bukunya 'Count Down.'
"Kondisi reproduksi saat ini tidak dapat berlanjut lebih lama lagi tanpa mengancam kelangsungan hidup manusia," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/3/2021).
Swan adalah ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi terkemuka yang telah mempelajari penurunan jumlah sperma serta dampak bahan kimia dan obat-obatan lingkungan selama lebih dari 20 tahun. Bukunya, yang dirilis pada akhir Februari, menjadi laris di beberapa kategori ilmiah.
Baca juga: Lestarikan Manusia, Ilmuwan Ingin Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan
Swan menyebut bahwa ftalat, yang digunakan dalam pembuatan plastik, dan bahan kimia lainnya telah menyebabkan efek yang mengkhawatirkan seperti: peningkatan jumlah bayi yang dilahirkan dengan penis kecil; menurunkan kadar testosteron secara tajam pada pria; jumlah sperma di negara-negara Barat turun 59% dari tahun 1973 hingga 2011; dan penurunan kesuburan lebih dari 50% selama setengah abad terakhir.
“Sederhananya, kita hidup di era reproduksi yang memiliki efek bergema di seluruh planet,” tulis Dr Shanna Swan dalam bukunya 'Count Down.'
"Kondisi reproduksi saat ini tidak dapat berlanjut lebih lama lagi tanpa mengancam kelangsungan hidup manusia," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/3/2021).
Swan adalah ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi terkemuka yang telah mempelajari penurunan jumlah sperma serta dampak bahan kimia dan obat-obatan lingkungan selama lebih dari 20 tahun. Bukunya, yang dirilis pada akhir Februari, menjadi laris di beberapa kategori ilmiah.
Baca juga: Lestarikan Manusia, Ilmuwan Ingin Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan
Swan menyebut bahwa ftalat, yang digunakan dalam pembuatan plastik, dan bahan kimia lainnya telah menyebabkan efek yang mengkhawatirkan seperti: peningkatan jumlah bayi yang dilahirkan dengan penis kecil; menurunkan kadar testosteron secara tajam pada pria; jumlah sperma di negara-negara Barat turun 59% dari tahun 1973 hingga 2011; dan penurunan kesuburan lebih dari 50% selama setengah abad terakhir.
Lihat Juga :