Kisah Ilmuwan Tanpa Kewarganegaraan Coba Temukan Vaksin Covid-19

Minggu, 03 Januari 2021 - 04:01 WIB
loading...
Kisah Ilmuwan Tanpa...
Nowras Rahhal
A A A
BERLIN - Tanyakan pada Nowras Rahhal tentang pekerjaan mutakhirnya soal vaksin Covid-19 . Dia akan bisa menjelaskan soal kerumitan menemukan vaksin untuk virus mematikan itu. Tetapi, tanyakan dari mana asalnya dan dia akan kesulitan untuk menemukan kata-kata.

Rahhal, yang pindah ke Jerman dua tahun lalu dari Ibu Kota Suriah , Damaskus, saat ini tidak memiliki kewarganegaraan . Artinya, tidak ada negara yang mengakui dia sebagai warga negara. “Ketika Anda tidak memiliki kewarganegaraan, pertanyaan sederhana 'Dari mana asal Anda?' Menjadi sangat berat,” katanya, seperti dilansir Al Arabiya.

(Baca: Ratusan Warga Israel Terinfeksi COVID-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer )

“Kebanyakan orang dengan senang hati mengatakan di mana mereka berada, tapi saya tidak tahu harus menjawab apa. Saya ingin sekali memiliki tempat untuk menelepon ke rumah," sambungnya.

Pria berusia 27 tahun itu baru saja selesai bekerja dengan tim di salah satu institut Max Planck untuk mengembangkan sistem yang memungkinkan vaksin Covid-19 diterapkan ke kulit, bukan disuntikkan ke otot.

Dia mengatakan, teknik yang ditelitinya menargetkan sel-sel kekebalan spesialis di kulit yang dapat memicu reaksi kekebalan di dalam tubuh. Ini akan membutuhkan dosis yang jauh lebih kecil per orang dan memunculkan keuntungan besar ketika menginokulasi populasi besar.

Sebelum tiba di Jerman, Rahhal menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari suara pengeboman dan tembakan artileri, menggunakan ponselnya untuk membaca saat listrik padam di rumahnya di Damaskus. Namun, pencapaian akademis Rahhal menjadi luar biasa karena alasan lain, orang tanpa kewarganegaraan sering kesulitan untuk mengakses pendidikan.

Kakek Rahhal termasuk di antara puluhan ribu warga Palestina yang melarikan diri dari kota Haifa di Mediterania selama konflik saat kelahiran Israel pada tahun 1948. Saat ini ada setengah juta orang Palestina di Suriah, tetapi mereka tidak diizinkan untuk melakukan naturalisasi, meskipun sebagian besar lahir di negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved