Lestarikan Manusia, Ilmuwan Ingin Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan
Sabtu, 13 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
Desain bank sperma di Bulan yang akan dibangun para ilmuwan. Foto/Jekan Thanga
A
A
A
WASHINGTON - Para ilmuwan ingin mengirim sperma dan sel telur dari 6,7 juta spesies Bumi, termasuk manusia, ke Bulan . Ini merupakan rencana untuk melestarikan populasi yang dimulai dengan bank sperma di Bulan.
Dalam apa yang mereka sebut sebagai "modern global insurance policy”, insinyur mekanik telah mengusulkan agar manusia membangun gudang sel reproduksi—sperma dan sel telur—dari 6,7 juta spesies Bumi. Gudang yang diusulkan atau "bahtera” akan berada di bawah permukaan Bulan.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Saat planet Bumi menghadapi bencana alam, kekeringan, ancaman hantaman asteroid, dan potensi perang nuklir—serta beberapa masalah lainnya—para ilmuwan mengatakan bahwa manusia harus mengarahkan pandangan mereka pada perjalanan luar angkasa untuk melestarikan kehidupan seperti yang kita ketahui.
“Bumi secara alami adalah lingkungan yang mudah menguap,” kata penulis studi Jekan Thanga, yang timnya di Universitas Arizona mengirimkan laporan mereka “Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark” dalam Konferensi Dirgantara tahunan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada hari Sabtu.
Dalam apa yang mereka sebut sebagai "modern global insurance policy”, insinyur mekanik telah mengusulkan agar manusia membangun gudang sel reproduksi—sperma dan sel telur—dari 6,7 juta spesies Bumi. Gudang yang diusulkan atau "bahtera” akan berada di bawah permukaan Bulan.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Saat planet Bumi menghadapi bencana alam, kekeringan, ancaman hantaman asteroid, dan potensi perang nuklir—serta beberapa masalah lainnya—para ilmuwan mengatakan bahwa manusia harus mengarahkan pandangan mereka pada perjalanan luar angkasa untuk melestarikan kehidupan seperti yang kita ketahui.
“Bumi secara alami adalah lingkungan yang mudah menguap,” kata penulis studi Jekan Thanga, yang timnya di Universitas Arizona mengirimkan laporan mereka “Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark” dalam Konferensi Dirgantara tahunan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada hari Sabtu.
Lihat Juga :