Pendiri Telegram Pavel Durov Mengaku Punya Lebih dari 100 Anak di 12 Negara
Selasa, 30 Juli 2024 - 18:24 WIB
loading...
Pavel Durov, pendiri aplikasi perpesanan Telegram. Foto/YouTube/Tucker Carlson
A
A
A
MOSKOW - Pavel Durov, pendiri aplikasi perpesanan Telegram, mangaku telah menjadi ayah bagi lebih dari 100 anak di 12 negara melalui donasi sperma.
Pengusaha Teknologi Informasi (TI) kelahiran Rusia itu mengatakan dia mulai menyumbangkan sperma 15 tahun lalu ketika seorang teman mendatanginya dengan permintaan yang awalnya tampak tidak biasa.
"Dia mengatakan bahwa dia dan istrinya tidak dapat memiliki anak karena masalah kesuburan dan meminta saya untuk menyumbangkan sperma di satu klinik agar mereka dapat memiliki bayi. Saya tertawa terbahak-bahak sebelum menyadari bahwa dia benar-benar serius," jelas Durov dalam unggahan di Telegram.
Dia mengutip pernyataan dokter bahwa "bahan donor berkualitas tinggi sangat terbatas" dan merupakan "tugas sipil"-nya untuk menyumbangkan sperma secara anonim guna membantu lebih banyak pasangan. "Ini terdengar cukup gila hingga membuat saya mendaftar untuk donasi sperma," papar dia.
Durov mengatakan dia sekarang bermaksud mengungkapkan kode DNA-nya agar anak-anak kandungnya lebih mudah menemukan satu sama lain.
Pengusaha Teknologi Informasi (TI) kelahiran Rusia itu mengatakan dia mulai menyumbangkan sperma 15 tahun lalu ketika seorang teman mendatanginya dengan permintaan yang awalnya tampak tidak biasa.
"Dia mengatakan bahwa dia dan istrinya tidak dapat memiliki anak karena masalah kesuburan dan meminta saya untuk menyumbangkan sperma di satu klinik agar mereka dapat memiliki bayi. Saya tertawa terbahak-bahak sebelum menyadari bahwa dia benar-benar serius," jelas Durov dalam unggahan di Telegram.
Dia mengutip pernyataan dokter bahwa "bahan donor berkualitas tinggi sangat terbatas" dan merupakan "tugas sipil"-nya untuk menyumbangkan sperma secara anonim guna membantu lebih banyak pasangan. "Ini terdengar cukup gila hingga membuat saya mendaftar untuk donasi sperma," papar dia.
Durov mengatakan dia sekarang bermaksud mengungkapkan kode DNA-nya agar anak-anak kandungnya lebih mudah menemukan satu sama lain.
Lihat Juga :