Rusia Bersumpah Membalas Jika AS Tempatkan Rudal Terlarang di Jepang
Sabtu, 13 Maret 2021 - 03:49 WIB
loading...
Rusia tempatkan peluncur rudal balistik Iskander-M selama latihan militer di wilayah Ivanovo. Foto/Sputnik/Konstantin Morozov
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow bersumpah akan membalas jika Amerika Serikat (AS) menempatkan rudal jarak menengah, yang dilarang dalam Perjanjian INF, di Jepang.
Reaksi Moskow itu muncul setelah media Jepang melaporkan bahwa AS dan Jepang sedang membahas rencana untuk menempatkan persenjataan Amerika di negara matahari terbit tersebut. Laporan itu tidak merinci jenis persenjataan yang akan ditempatkan di sana.
Baca juga: Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Jelajah Kalibr di Pasifik, AS Cemas
Perjanjian INF antara Washington dan Moskow melarang uji coba, pengerahan dan pengoperasian rudal jarak menengah berbasis darat. Namun, sebelum Agustus 2019, AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu. Artinya, Amerika bisa leluasa menempatkan senjata-senjata yang dilarang oleh Perjanjian INF di mana saja yang disetujui tuan rumah.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penyebaran rudal jarak menengah Amerika yang rencananya akan dilakukan di wilayah Asia-Pasifik dapat memicu perlombaan senjata baru dan potensi kebuntuan dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.
Reaksi Moskow itu muncul setelah media Jepang melaporkan bahwa AS dan Jepang sedang membahas rencana untuk menempatkan persenjataan Amerika di negara matahari terbit tersebut. Laporan itu tidak merinci jenis persenjataan yang akan ditempatkan di sana.
Baca juga: Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Jelajah Kalibr di Pasifik, AS Cemas
Perjanjian INF antara Washington dan Moskow melarang uji coba, pengerahan dan pengoperasian rudal jarak menengah berbasis darat. Namun, sebelum Agustus 2019, AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu. Artinya, Amerika bisa leluasa menempatkan senjata-senjata yang dilarang oleh Perjanjian INF di mana saja yang disetujui tuan rumah.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penyebaran rudal jarak menengah Amerika yang rencananya akan dilakukan di wilayah Asia-Pasifik dapat memicu perlombaan senjata baru dan potensi kebuntuan dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.
Lihat Juga :