Muak dengan Pembajakan, Maersk Minta Bantuan Militer Perangi Perompak

Sabtu, 06 Maret 2021 - 01:53 WIB
loading...
Muak dengan Pembajakan,...
Muak dengan pembajakan, Maersk minta bantuan militer perangi perompak di Afrika Barat. Foto/Ilustrasi
A A A
KOPENHAGEN - Muak dengan serangan bajak laut terhadap armadanya di lepas pantai Afrika barat, raksasa pengapalan global Maersk menuntut angkatan laut melakukan misi utama untuk mengawasi rute maritim yang vital namun berbahaya itu.

Seruan untuk bertindak muncul setelah dua dari kapal perusahaan Denmark itu diserang oleh bandit di Teluk Guinea dalam waktu satu bulan pada pergantian tahun.

Daerah tersebut merupakan rute pengiriman utama yang membentang dari Senegal ke Angola, tetapi telah diganggu oleh pembajakan dalam beberapa tahun terakhir.



Menurut Biro Maritim Internasional (IMB), penculikan bersenjata terhadap pelaut mencapai rekor tertinggi pada tahun 2020.

"Pada 2021 kita tidak boleh memiliki pelaut yang takut berlayar ke mana pun karena pembajakan, ini bukan zaman pembajakan," kata Aslak Ross, kepala standar maritim di perusahaan raksasa Denmark itu seperti dikutip dari AFP, Sabtu (6/3/2021).

Maersk menginginkan misi internasional yang serupa dengan operasi angkatan laut yang telah dikerahkan Uni Eropa di Teluk Aden, di lepas Afrika Timur, sejak 2008 dan yang telah mendapat kredit dengan penurunan tajam pembajakan di sana.

"Solusinya adalah meminta komunitas internasional mendukung misi dalam jangka pendek," ujar Ross.

"Pada saat yang sama, pemerintah harus mendukung upaya jangka panjang untuk memperkuat kemampuan anti-pembajakan negara-negara pesisir," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Kemlu Koordinasi Pembebasan...
Kemlu Koordinasi Pembebasan 4 ABK WNI MT Honour 25 yang Dibajak Perompak Somalia
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Mengapa Tidak Ada Bukti...
Mengapa Tidak Ada Bukti Greenland Menghadapi Ancaman Asing?
Kemlu Pastikan 4 WNI...
Kemlu Pastikan 4 WNI Korban Penyanderaan di Somalia dalam Kondisi Baik
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved