Nyamar Agar Bisa Dapat Vaksin COVID-19, Jutawan Kanada Terancam Dibui

Minggu, 31 Januari 2021 - 11:18 WIB
loading...
Nyamar Agar Bisa Dapat...
Pasangan jutawan asal Kanada Rodney Baker dan Ekaterina Baker terancam dibui karena menyamar agar bisa mendapatkan vaksin yang ditujukan bagi masyarakat adat. Foto/The Guardian
A A A
OTTAWA - Pasangan jutawan asal Kanada yang melakukan perjalanan lebih dari 1.000 mil untuk mendapatkan vaksin COVID-19 yang ditujukan untuk masyarakat adat yang rentan dapat menghadapi hukuman penjara.

Eksekutif kasino Rodney Baker dan istrinya, Ekaterina Baker, seorang aktor, dikutuk secara luas setelah diketahui menyewa pesawat ke komunitas terpencil di wilayah Yukon, di mana mereka menyamar sebagai karyawan motel setempat agar bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

Baca juga : Terima Suap Rp3,6 T dan Punya 100 Selingkuhan, Eks Bankir China Dieksekusi

Mereka kemudian didenda USD 1.800 karena melanggar Undang-Undang Tindakan Darurat Sipil Yukon. Namun para pemimpin masyarakat berpendapat bahwa hukuman itu tidak signifikan bagi pasangan kaya itu.



Di tengah kemarahan yang berkembang, Menteri Layanan Masyarakat Yukon mengumumkan bahwa tiket pasangan itu telah ditahan dan mereka telah diberi pemberitahuan untuk hadir di pengadilan. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menjalani hukuman hingga enam bulan penjara.

Baca juga : Kisah Dzulqarnain, Pemimpin Hebat yang Mampu Jinakkan Yakjuj dan Makjuj

“Saya harus mengatakan saya marah dengan perilaku egois ini. Kami semua sebagai Yukoners sangat marah,” kata Menteri John Streicker.

"Saya merasa terganggu karena orang-orang memilih untuk membahayakan sesama orang Kanada dengan cara ini," imbunya seperti dikutoip dari The Guardian, Minggu (31/1/2021).

Pasangan Bakers didakwa gagal mengisolasi diri selama 14 hari dan gagal bertindak sesuai dengan pernyataan mereka saat tiba di Yukon. Mereka dijadwalkan hadir di pengadilan Whitehorse pada 4 Mei mendatang.

Baca juga: Jutawan Kanada dan Istri Cantiknya Menyamar demi Peroleh Vaksin COVID-19

Streicker mengonfirmasi bahwa Royal Canadian Mounted Police juga menyelidiki tindakan pasangan tersebut.

Sebuah tim vaksin keliling dikirim ke Beaver Creek, karena perawatan kesehatan yang terbatas dan populasi lansia, banyak di antaranya berasal dari White River First Nation.

Baca juga : Arkeolog Israel Temukan Pewarna Ungu Masa Kerajaan Nabi Daud

Streicker mengatakan anggota First Nation mengatakan mereka merasa "dilanggar" oleh perilaku pasangan itu, yang juga mendorong para pejabat di wilayah itu untuk mengubah kriteria kelayakan vaksin.

"Siapa pun yang kartu sehatnya dikeluarkan di luar wilayah itu harus menunjukkan bukti domisili," katanya.

Baca juga: Kanada Deportasi Ribuan Orang Saat Pandemi Covid-19 Mengamuk

Streicker mengatakan dia mendengar bahwa pasangan itu tidak berusaha untuk meminta maaf kepada First Nation.

Menteri Layanan Pribumi Kanada, Marc Miller, ikut mengkritik perilaku pasangan Bakers itu.

“Saya memahami orang-orang kaya ini dan saya tidak akan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dengan uang mereka, tetapi, Anda tahu, mungkin reparasi harus dilakukan pada tingkat tertentu,” ujarnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Provinsi Kaya Minyak...
Provinsi Kaya Minyak di Kanada Ini Gelar Referendum untuk Cerai dari Kanada, Ini Alasan Utamanya
Dunia Kutuk Perlakuan...
Dunia Kutuk Perlakuan Keji Israel terhadap Aktivis Armada Bantuan Gaza
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved