10.000 Warga Israel Pindah ke Kanada sejak Awal Tahun 2024

Jum'at, 15 November 2024 - 19:27 WIB
loading...
10.000 Warga Israel...
Demonstran pro-Palestina berbaris dalam protes di pusat kota Toronto, Kanada pada 3 Agustus 2024. Foto/Mert Alper Derv??/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Jumlah warga Israel yang bermigrasi ke Kanada telah melonjak drastis sejak dimulainya genosida oleh rezim Zionis di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Perpindahan warga Israel itu didorong meningkatnya kekerasan dan ketidakstabilan politik, menurut surat kabar Israel Haaretz.

Laporan tersebut mengindikasikan lebih dari 10.000 warga Israel pindah ke Kanada pada awal tahun 2024, dengan sekitar 8.000 orang mendapatkan visa kerja, menandai peningkatan substansial dari tahun lalu.

Motivasi utama migrasi ini termasuk hilangnya kepercayaan yang semakin besar terhadap sistem politik, meningkatnya konflik, berkurangnya rasa aman, ketidakadilan sosial yang dirasakan, dan keyakinan bahwa pemerintah gagal mengatasi masalah-masalah kritis.

Antara Desember 2023 dan akhir September 2024, Kanada menyetujui 3.425 visa kerja sementara untuk warga Israel dari 3.705 aplikasi, sebagaimana dilaporkan Kementerian Imigrasi Kanada.

Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth mengungkap peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah individu yang memilih meninggalkan Israel bahkan sebelum konflik di Gaza meningkat, yang meningkatkan kekhawatiran tentang masa depan ekonomi Israel.

Sementara itu, koalisi kelompok hak hukum Kanada telah meluncurkan gugatan penting terhadap pemerintah federal, menuduhnya gagal mencegah genosida di Gaza dan melanggar kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.

Koalisi Akuntabilitas Kanada di Gaza, yang mencakup Pusat Hukum untuk Palestina (LCP), Pusat Keadilan Internasional untuk Palestina (ICJP) dan advokat hukum lainnya, menuduh Ottawa telah gagal memenuhi kewajiban hukumnya untuk mencegah genosida dan telah melanggar hak-hak penggugat berdasarkan Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Tindakan hukum tersebut telah diajukan di Pengadilan Tinggi Ontario atas nama dua warga Palestina-Kanada yang telah menderita kerugian besar di Gaza selama serangan Israel selama setahun terhadap penduduk sipil.

Kasus ini berpusat pada dua penggugat: Hany el Batnigi, yang terjebak di Gaza selama pemboman awal pada bulan Oktober dan kehilangan banyak anggota keluarga akibat serangan Israel, dan Tamer Jarada, yang keluarganya menderita kerugian besar ketika gedung apartemen mereka di Kota Gaza dihancurkan oleh serangan udara Israel, menewaskan ayah, saudara perempuan, paman, bibi, keponakan, dan banyak anggota keluarga besarnya.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Kisah Tak Terduga Jenderal...
Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
8 Hal yang Membatalkan...
8 Hal yang Membatalkan Salat, Nomor Terakhir Tidak Tuma'ninah
Bacaan Asmaul Husna,...
Bacaan Asmaul Husna, Yasin, dan Tahlil Lengkap Tulisan Arab, Latin hingga Terjemahan
Berita Terkini
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
1 jam yang lalu
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
2 jam yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
2 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
5 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
6 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
7 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved