Israel Serang Hampir 200 Situs Arkeologi dan Bersejarah di Gaza
Selasa, 26 November 2024 - 21:30 WIB
loading...
Menteri Warisan dan Pariwisata Palestina Hani al-Hayek mengambil sumpah jabatan di Ramallah, Tepi Barat pada tanggal 31 Maret 2024. Foto/Issam Rimawi/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Militer Israel telah menargetkan hampir 200 situs arkeologi dan bersejarah di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober tahun lalu, menurut Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina Hani Al-Hayek.
Dia mengungkapkan statistik tersebut pada konferensi tentang dampak agresi Israel terhadap Warisan Budaya Gaza yang diadakan di Ramallah pada hari Senin (25/11/2024).
“Banyak museum yang berisi barang-barang berharga dan artefak serta masjid dan gereja bersejarah semuanya telah menjadi sasaran selama perang,” ungkap Al-Hayek.
Dia menekankan rezim pendudukan Israel secara sengaja menargetkan situs arkeologi dan bersejarah di Gaza sebagai bagian dari strategi yang disengaja untuk menghapus sejarah rakyat Palestina.
“Situs arkeologi dan bersejarah merupakan bagian integral dari identitas nasional rakyat Palestina dan bukti terbaik sejarah kami sebagai orang Palestina di tanah ini,” ujar menteri tersebut menegaskan.
“Penghancuran besar-besaran oleh militer Israel di Gaza bertujuan memaksakan realitas baru yang bertujuan menghancurkan semua yang berkaitan dengan Palestina, dimulai dengan orang-orang dan diakhiri dengan batu,” papar dia.
Gaza adalah kota kuno dan bersejarah yang pernah diperintah beberapa kekaisaran dan peradaban, termasuk Firaun, Yunani, Romawi, Bizantium, dan Ottoman.
Dia mengungkapkan statistik tersebut pada konferensi tentang dampak agresi Israel terhadap Warisan Budaya Gaza yang diadakan di Ramallah pada hari Senin (25/11/2024).
“Banyak museum yang berisi barang-barang berharga dan artefak serta masjid dan gereja bersejarah semuanya telah menjadi sasaran selama perang,” ungkap Al-Hayek.
Dia menekankan rezim pendudukan Israel secara sengaja menargetkan situs arkeologi dan bersejarah di Gaza sebagai bagian dari strategi yang disengaja untuk menghapus sejarah rakyat Palestina.
“Situs arkeologi dan bersejarah merupakan bagian integral dari identitas nasional rakyat Palestina dan bukti terbaik sejarah kami sebagai orang Palestina di tanah ini,” ujar menteri tersebut menegaskan.
“Penghancuran besar-besaran oleh militer Israel di Gaza bertujuan memaksakan realitas baru yang bertujuan menghancurkan semua yang berkaitan dengan Palestina, dimulai dengan orang-orang dan diakhiri dengan batu,” papar dia.
Gaza adalah kota kuno dan bersejarah yang pernah diperintah beberapa kekaisaran dan peradaban, termasuk Firaun, Yunani, Romawi, Bizantium, dan Ottoman.
Lihat Juga :