Tebar Ancaman, Dua Anggota Garda Nasional Dicopot Jelang Pelantikan Biden

Rabu, 20 Januari 2021 - 17:18 WIB
loading...
A A A
Jenderal Hokanson dan pejabat Pentagon lainnya bersusah payah mengatakan bahwa sebagian besar anggota Garda Nasional - sukarelawan tentara-warga negara - mempertaruhkan nyawa mereka di dalam dan luar negeri untuk melindungi Amerika Serikat dan Konstitusi.

Pejabat Pentagon dan Garda Nasional mengatakan pada hari Selasa bahwa prosedur pemeriksaan yang ada cukup untuk mengidentifikasi dan menyingkirkan pelaku pelanggaran.

Baca juga: Dukung ISIS, Tentara AS Ingin Membom Pasukan AS dan Serang Monumen 9/11

Semua personel militer, termasuk yang berada di Garda Nasional, menjalani penyelidikan latar belakang dan pemeriksaan fisik yang ekstensif, termasuk pemeriksaan tato. Mereka terus dipantau untuk indikasi bahwa mereka terlibat dalam aktivitas ekstremis dan menerima pelatihan untuk mengidentifikasi orang lain di sekitar mereka yang bisa menjadi "ancaman orang dalam".

“Saya tidak melihat adanya perubahan kebijakan saat ini,” kata Jenderal Hokanson.

Sepuluh anggota Garda Nasional lainnya telah dikeluarkan karena berbagai macam masalah - investigasi kriminal, kekerasan dalam rumah tangga, atau pengaduan yang luar biasa.

"Semua 12 anggota telah dipulangkan," kata pejabat Pentagon.

Senator Jack Reed dari Partai Demokrat dan kemungkinan ketua baru dari Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria dan wanita dari Garda Nasional mengorbankan hidup mereka untuk menjawab panggilan dinas.

"Mereka akan membela Capitol AS dengan nyawa mereka," ujarnya, "dan saya secara implisit mempercayai mereka dengan nyawa saya," imbuhnya.

Pengumuman pencopotan itu datang ketika Pentagon mengintensifkan upaya untuk mengidentifikasi dan memerangi supremasi kulit putih dan ekstremisme sayap kanan lainnya di jajarannya. Di saat yang sama, penyelidik federal berusaha mencari berapa banyak personel militer dan veteran yang bergabung dalam serangan kekerasan di Capitol pada 6 Januari lalu. Upaya tersebut tampaknya dimaksudkan untuk mencopot anggota yang memposting di media sosial atau tindakan sebelumnya menimbulkan kecurigaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved