Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4

Senin, 11 Januari 2021 - 14:39 WIB
loading...
Negara dengan Kematian...
Berdasarkan riset Global Alliance On Health And Pollution (GAHP), polusi udara menyumbang 40% kematian dunia dengan angka kematian 3,4 juta pada 2017. Ilustrasi Foto/Masyhudi
A A A
Polusi udara kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan umat manusia. Berdasarkan riset Global Alliance On Health And Pollution (GAHP), polusi udara menyumbang 40% kematian dunia dengan angka kematian 3,4 juta pada 2017.

Berdasarkan riset tersebut, Indonesia menjadi negara keempat penyumbang kematian terbesar akibat polusi. Di Tanah Air, ada 232.974 kematian akibat polusi pada 2017. Dari jumlah itu, 123.700 orang meninggal akibat polusi udara. Berikut 10 negara dengan kematian terbanyak akibat polusi. (Baca: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara)

1. India

Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4


Kematian akibat polusi : 2,3 juta setahun

India telah menyaksikan peningkatan polusi industri dan kendaraan dari pertumbuhan perkotaan, yang diperparah oleh sanitasi buruk. Menurut laporan World Air Quality Report, sebanyak 21 kota di India masuk dalam daftar 30 kota paling tercemar di dunia pada 2019.
Baca Juga :Saudi Ungkap Proyek Pembangunan Kota Bebas Karbon

Di Ibu kota India, Delhi, Anda akan menemukan suasana kota yang semrawut dengan polusi udara akibat asap kendaraan begitu tebal. Kualitas udara di Delhi sudah masuk kategori parah, dan menurut perusahaan energi Eco Experts, Delhi sebagai kota terburuk kedua (di belakang Kairo) lantaran memiliki polusi ganda yakni polusi udara, suara dan cahaya.

2. China

Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4


Kematian akibat polusi : 1,9 juta setahun

China memang sudah dikenal dengan asap-asap beracunnya yang selalu menyelimuti kota. Kota-kota berpenduduk padat di sana memiliki index polusi udara tinggi dan mematikan. Bahkan polusi udara di negeri panda menyumbang angka kematian tertinggi kelima. Menurut Business Insider, emisi pembangkit listrik tenaga batu bara menewaskan 300.000 orang per tahun. Pemerintah China kini mulai beralih ke tenaga nuklir untuk mengurangi polusi yang menyebar saat ini. (Baca juga: Terkubur 2.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Kedai Makanan Kuno di Pompeii)

3. Nigeria

Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4


Kematian akibat polusi : 279.318 setahun

Nigeria adalah salah satu negara di Afrika dan dunia yang memiliki kualitas udara buruk. Pemandangan di banyak kota-kota di Nigeria dipenuhi dengan kabut, sampah dan air tercemar. Menurut WHO, setidaknya ada 4 kota di Nigeria yang memiliki tingkat polusi mengkhawatirkan. Salah satunya Onitsha, yakni sebuah kota pelabuhan di Nigeria selatan yang tercatat 30 kali lebih buruk dari tingkat yang direkomendasikan WHO PM10 (mengukur konsentrasi partikulat kecil).
Baca Juga : Babi di China Biang Kerok Bikin Harga Kedelai Naik Tinggi

Bank Dunia melaporkan bahwa 94% dari populasi di Nigeria terkena tingkat polusi udara yang melebihi pedoman WHO (dibandingkan dengan 72% rata-rata di Sub-Sahara Afrika pada umumnya) dan kerusakan polusi udara biaya sekitar 1% pos Pendapatan Nasional bruto.

4.Indonesia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polusi Udara Melanda...
Polusi Udara Melanda New Delhi, Warga Serukan Demonstrasi Massal
5 Daerah di Dunia yang...
5 Daerah di Dunia yang Pernah Tercemar Radioaktif dari Pengolahan Logam, Salah Satunya Serpong
Meningkatnya Polusi...
Meningkatnya Polusi Udara di China Perparah Angka Kematian Masyarakat
Deretan Negara yang...
Deretan Negara yang Memiliki Kualitas Udara Terburuk di Dunia, Apakah Termasuk Indonesia?
Malaysia Bersiap Tutup...
Malaysia Bersiap Tutup Sekolah karena Kabut Asap Parah, Salahkan Indonesia
5 Kota Minim Polusi...
5 Kota Minim Polusi di Dunia, Nomor Terakhir Sudah Menggunakan Kendaraan Hidrogen
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved