30 Tahun Jadi Predator Seks, Eks Presenter BBC Dibui 10 Tahun

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 05:39 WIB
loading...
30 Tahun Jadi Predator...
Mantan presenter BBC dan pastor, Benjamin Thomas, dihukum 10 tahun penjara setelah menjadi pelaku pelecehan seksual selama 30 tahun. Foto/Independent
A A A
LONDON - Seorang mantan presenter BBC dan pastor telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara setelah dia mengaku sebagai pelaku pelecehan seksual yang produktif.

Benjamin Thomas (44) mengaku bersalah atas 40 pelanggaran seksual yang dilakukan selama hampir 30 tahun, termasuk aktivitas seksual dengan anak, pelecehan seksual, percobaan serangan seksual, voyeurisme, dan membuat video tidak senonoh tentang anak-anak. Dia dijatuhi hukuman di Pengadilan Mold Crown, Inggris.

Thomas bekerja di program Wales Today dari BBC dan program anak-anak berbahasa Welsh, Ffeil. Dia juga seorang pastor di Gereja Keluarga Criccieth di Gwynedd, Wales Utara, sampai dia ditangkap pada tahun lalu.

Dalam persidangan dia mengaku menyerang anak laki-laki dan pria ketika mereka sedang tidur, seringkali selama kamp dan konferensi Kristen. Sebagian besar korbannya adalah remaja laki-laki.(Baca juga: Kematian Gadis India yang Diperkosa Beramai-ramai Berbuntut Kerusuhan )

Metode yang disukai mantan presenter itu adalah menunggu sampai calon korbannya tertidur untuk melecehkan mereka.

"Selama hampir 30 tahun, hingga penangkapan Anda pada September 2019, Anda menyembunyikan rahasia gelap, yaitu bahwa Anda adalah seorang pelaku pelecehan seksual yang produktif," kata Hakim yang memimpin persidangan seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/10/2020).

Dia menghukum Thomas 10 tahun empat bulan, dengan masa lisensi diperpanjang enam tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Anggota DPR AS Ini Sebut...
Anggota DPR AS Ini Sebut Trump Pedofil, Serukan Dieksekusi Mati
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Korut Lipat Gandakan...
Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!
Rekomendasi
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Berita Terkini
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved