Pastor AS Gugat Aplikasi Kencan Gay setelah Jejak Homoseksnya Menyebar

Selasa, 30 Juli 2024 - 11:48 WIB
loading...
Pastor AS Gugat Aplikasi...
Pastor AS Monsignor Jeffrey Burrill gugat aplikasi kencan gay setelah jejaknya sebagai pengguna menyebar ke publik. Foto/X @kobe_sylvester
A A A
WASHINGTON - Pastor Amerika Serikat (AS), Monsignor Jeffrey Burrill, telah menggugat aplikasi gencan gay "Grindr" atas tuduhan menjual datanya tanpa izin.

Imam gereja Wisconsin itu kehilangan pekerjaannya setelah jejak homoseksnya menyebar dan dipublikasikan situs berita Kristen.

Gara-gara skandal tersebut, Burrill dipaksa mengundurkan diri sebagai administrator puncak Konferensi Uskup Katolik AS (USCCB) pada 2021.

Dalam gugatannya, dia mengeklaim bahwa Grindr gagal memberi tahu dirinya bahwa datanya dijual ke vendor, sehingga memungkinkan orang-orang di luar aplikasi tersebut mengetahui keberadaannya di sana.



Dokumen dugatan Burrill, yang diperoleh oleh The Washington Post, menyatakan bahwa rilis datanya menyebabkan "kerusakan signifikan" pada reputasinya, terutama mengingat kaul selibatnya sebagai seorang imam gereja dan sikap lama Gereja Katolik terhadap tindakan homoseksual.

Burrill dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya setelah situs web berita Kristen "The Pillar" menerbitkan sebuah laporan yang mengungkap kunjungannya ke bar gay dan penggunaan aplikasi kencan Grindr.

Menurut laporan tersebut, aplikasi Grindr telah melacak dan memverifikasi perilakunya menggunakan data daring.

Dalam gugatannya lebih lanjut, Burrill menuduh bahwa The Pillar memperoleh data dari Catholic Laity and Clergy for Renewal (CLCR), sebuah organisasi nirlaba Kristen yang membeli data dari aplikasi kencan tersebut untuk mengidentifikasi para pemimpin Gereja yang menggunakannya untuk melanggar kaul selibat mereka—yang menyiratkan bahwa Grindr telah menjual data tersebut kepada organisasi tersebut.

"Kami ingin jawaban sehingga kami dapat menggunakannya sebagai peringatan bagi pengguna Grindr lainnya," kata Gregory Helmer, seorang pengacara untuk Burrill, seperti dikutip dari The Washington Post, Selasa (30/7/2024).
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Buka Puasa Gedung...
Gelar Buka Puasa Gedung Putih, Trump Janjikan Perdamaian saat Gaza Dibom dengan Senjata AS
Pangkalan Samudra Hindia...
Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
Inilah 4 Negara NATO...
Inilah 4 Negara NATO yang Pro Israel, Siapa Saja Itu?
Heboh, Menhan AS Pete...
Heboh, Menhan AS Pete Hegseth Pamer Tato Bertuliskan Kafir
Putin Sebut AS Serius...
Putin Sebut AS Serius Ingin Caplok Greenland, Ini yang Dikhawatirkan Rusia
Houthi Yaman Tembakkan...
Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel dan Kapal Induk Nuklir AS
Era Hubungan Dekat Kanada-AS...
Era Hubungan Dekat Kanada-AS Sudah Berakhir, Seteru 2 Sekutu NATO Memanas
Kemlu RI : Belum Ada...
Kemlu RI : Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
Korban Tewas Gempa Myanmar...
Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 150 Orang, Prabowo hingga Trump Tawarkan Bantuan
Rekomendasi
Idulfitri dan Nyepi...
Idulfitri dan Nyepi sebagai Momentum Energi Cinta dan Perdamaian Umat
Sidang Isbat Idulfitri...
Sidang Isbat Idulfitri 2025 Digelar Sore Ini: Rukyatul Hilal di Semua Provinsi, Kecuali Bali
DPW Perindo Papua Gelar...
DPW Perindo Papua Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi dan Konsolidasi Partai
Berita Terkini
Gelar Buka Puasa Gedung...
Gelar Buka Puasa Gedung Putih, Trump Janjikan Perdamaian saat Gaza Dibom dengan Senjata AS
43 menit yang lalu
Pangkalan Samudra Hindia...
Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
1 jam yang lalu
Operasi Penyelamatan...
Operasi Penyelamatan Korban Gempa di Bangkok Berlanjut hingga Sabtu Pagi
2 jam yang lalu
4.500 Orang Diamputasi...
4.500 Orang Diamputasi di Gaza, Termasuk 800 Anak-anak dan 540 Wanita
6 jam yang lalu
Gempa 7,7 Skala Richter...
Gempa 7,7 Skala Richter Guncang Myanmar, Ini 3 Fakta tentang Sesar Sagaing
8 jam yang lalu
Korban Gempa Myanmar...
Korban Gempa Myanmar Bertambah, 144 Orang Tewas dan 730 Terluka
10 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved