Singapura Gantung Mati 3 Pengedar Narkoba dalam Seminggu

Sabtu, 23 November 2024 - 15:03 WIB
loading...
Singapura Gantung Mati...
Singapura gantung tiga pengedar narkoba dalam satu minggu. Foto/X/@LarryMadowo
A A A
SINGAPURA - Singapura telah melaksanakan hukuman gantung ketiga terhadap seorang pengedar narkoba yang dihukum dalam seminggu meskipun ada permohonan grasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Rosman Abdullah, 55, dieksekusi karena menyelundupkan 57,43 gram heroin ke negara-kota Asia Tenggara itu.

"Rosman, seorang warga negara Singapura, diberikan proses hukum yang sah secara hukum, dan diwakili oleh penasihat hukum selama proses tersebut," kata Biro Narkotika Pusat (CNB) dalam sebuah pernyataan.

"Hukuman mati hanya dijatuhkan untuk kejahatan yang paling serius, seperti perdagangan narkoba dalam jumlah besar yang menyebabkan kerugian yang sangat serius, tidak hanya bagi pecandu narkoba perorangan, tetapi juga bagi keluarga mereka dan masyarakat luas," tambah CNB.

Para ahli PBB telah meminta otoritas Singapura untuk mengampuni Rosman, dengan alasan bahwa hukuman mati tidak banyak membantu mencegah kejahatan dan bahwa otoritas tidak membuat akomodasi yang tepat untuk disabilitas intelektualnya.

"Kami sangat prihatin bahwa Tn. Rosman bin Abdullah tampaknya tidak memiliki akses ke akomodasi prosedural, termasuk bantuan individual, untuk disabilitasnya selama interogasi atau persidangan," kata para ahli dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada hari Rabu.

Baca Juga: Titik Tolak Perang Dunia III Bergantung pada Vladimir Putin

Amnesty International telah mengutuk eksekusi terjadwal Rosman sebagai "mengerikan" dan "sangat mengkhawatirkan".

Hukuman gantung Rosman di Penjara Changi Singapura terjadi tepat seminggu setelah eksekusi warga negara Malaysia berusia 39 tahun dan warga negara Singapura berusia 53 tahun atas kasus perdagangan narkoba.

Meskipun reputasinya sebagai negara-kota modern dan pusat bisnis internasional, Singapura hanya berada di antara segelintir negara, termasuk Tiongkok dan Korea Utara, yang memberlakukan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba.

Berdasarkan undang-undang negara tersebut, siapa pun yang memperdagangkan lebih dari 500 gram ganja atau 15 gram (0,5 ons) heroin akan menghadapi hukuman mati wajib.

Sejak melanjutkan eksekusi pada Maret 2022 setelah jeda karena pandemi COVID-19, otoritas Singapura telah melaksanakan 24 eksekusi, termasuk delapan eksekusi sepanjang tahun ini.

Pemerintah Singapura, yang sangat ketat mengendalikan protes publik dan media, telah membela hukuman mati sebagai pencegah penyalahgunaan narkoba, dengan mengutip survei yang menunjukkan sebagian besar warga mendukung undang-undang tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved