7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

Minggu, 31 Desember 2023 - 19:19 WIB
loading...
7 Tantangan Militer...
Militer Korea Selatan menyimpan banyak masalah. Foto/Reuters
A A A
SEOUL - Jika Korea Utara berperang melawan Korea Selatan pada 2024, maka dunia akan berguncang. Pasalnya, Korea Utara didukung penuh China dan Rusia. Sedangkan Seoul didukung penuh Amerika Serikat dan sekutunya.

Namun demikian, Korea Selatan menyimpan berbagai permasalahan yang tak kunjung selesai dalam permasalahan penambahan jumlah prajuritnya. Tingkat kelahiran yang menurun dan ketergantungan dengan teknologi menjadi penyebab utamanya.

7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

1. Kekurangan Jumlah Pasukan karena Tingkat Kelahiran yang Rendah

7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

Foto/Reuters

Korea Selatan, yang merupakan negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia, mungkin akan segera mengalami kekurangan pasukan untuk mempertahankan staf militernya secara penuh ketika negara tersebut menghadapi ancaman baru di kawasan Pasifik Barat yang semakin tegang.

Selalu waspada terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara, Korea Selatan memiliki kekuatan aktif sekitar setengah juta tentara. Namun dengan tingkat kelahiran hanya 0,78 anak per perempuan seumur hidup, matematika mungkin menjadi musuh terbesar Korea Selatan saat ini, dan para ahli mengatakan Korea Selatan tidak punya pilihan selain mengurangi kekuatan mereka.

“Dengan tingkat kelahiran kita saat ini, masa depan sudah ditentukan sebelumnya. Pengurangan jumlah pasukan tidak bisa dihindari,” kata Choi Byung-ook, seorang profesor keamanan nasional di Universitas Sangmyung.

"Untuk mempertahankan jumlah pasukan saat ini, militer Korea Selatan perlu merekrut atau mewajibkan 200.000 tentara per tahun," katanya.

Namun pada tahun 2022, kurang dari 250.000 bayi yang lahir. Dengan asumsi perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan adalah 50-50, itu berarti dalam 20 tahun, ketika anak-anak tersebut cukup umur untuk bergabung dengan militer, hanya sekitar 125.000 laki-laki yang akan tersedia untuk 200.000 tempat yang dibutuhkan.

Perempuan tidak wajib militer di Korea Selatan, dan perempuan sukarelawan hanya berjumlah 3,6% dari militer Korea saat ini, menurut angka Kementerian Pertahanan.

Dan jumlah bayi baru lahir setiap tahun diperkirakan akan semakin menurun, menjadi 220.000 pada tahun 2025 dan 160.000 pada tahun 2072, menurut Statistik Korea.

2. Perlu Mempersiapkannya selama dua dekade

7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

Foto/Reuters

Walaupun angka kelahiran yang menurun di Korea Selatan telah menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir, hal ini merupakan sebuah tren yang telah diperkirakan dan dipersiapkan oleh pihak militer.

Pada awal tahun 2000an, Seoul secara sukarela memutuskan untuk mengurangi jumlah tentara aktif dari 674.000 pada tahun 2006 menjadi 500.000 pada tahun 2020, berdasarkan “premis bahwa ancaman dari Korea Utara akan berkurang secara bertahap,” dan untuk mempromosikan kekuatan militer yang lebih kecil namun lebih elit. Itu terungkap dalam Buku Putih Pertahanan tahun 2022.

Militer Korea Selatan telah mencapai tujuan tersebut dengan mengurangi jumlah pasukan sebesar 27,6% dalam dua dekade, dari tahun 2002 hingga 2022.

Namun premis bahwa ancaman dari Korea Utara akan berkurang terbukti salah.

3. Personalitas Kim Jong-un

7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

Foto/Reuters

Kim Jong-un, anggota dinasti keluarganya yang ketiga berturut-turut, mulai berkuasa di Pyongyang pada tahun 2011. Meskipun ada jeda singkat ketika ia bernegosiasi dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk mengurangi ketegangan, ia telah mendorong peningkatan militer besar-besaran di Korea Utara.

Menyusul uji coba rudal balistik antarbenua kelima Korea Utara tahun ini, Kim memperingatkan bahwa negaranya tidak akan “ragu” untuk melakukan serangan nuklir ketika musuh melakukan provokasi dengan senjata nuklirnya, mengacu pada penempatan platform senjata berkemampuan nuklir AS di wilayah tersebut.

Namun jika Kim menyerang melintasi garis paralel ke-38, yang memisahkan Korea Utara dan Selatan setelah gencatan senjata tahun 1953 yang menghentikan Perang Korea, maka militer Korea Selatanlah yang akan menanggung beban pertahanan terbesar.

4. Perlu Beralih ke Teknologi

7 Tantangan Militer Korea Selatan jika Berperang Melawan Korea Utara pada 2024

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Berita Terkini
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved