Gunakan Strategi Kamuflase, Tentara Korea Utara Diberi Tanda Pengenal Militer Rusia

Senin, 23 Desember 2024 - 19:08 WIB
loading...
Gunakan Strategi Kamuflase,...
Tentara Korea Utara menggunakan identitas palsu saat berperang di Ukraina. Foto/KCNA
A A A
BERLIN - Tentara Korea Utara yang bertempur untuk Rusia diberi dokumen militer palsu dengan nama dan tempat lahir Rusia. Itu diungkapkan militer Ukraina, di tengah klaim dari Kyiv bahwa Rusia berusaha menyembunyikan keberadaan pejuang asing di medan perang.

Pasukan operasi khusus Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa mereka telah menewaskan tiga tentara Korea Utara di wilayah Kursk di Rusia bagian barat dan menyita dokumen mereka.

Dokumen identifikasi militer mereka “tidak memiliki semua stempel dan foto, nama patronimik diberikan dengan cara Rusia, dan tempat lahir ditandatangani sebagai Republik Tuva,” kata pernyataan itu, merujuk pada wilayah Rusia di Siberia selatan yang berbatasan dengan Mongolia.

Namun tanda tangan pada dokumen tersebut dalam bahasa Korea, yang “menunjukkan asal sebenarnya dari para prajurit ini,” pernyataan itu menambahkan.

“Kasus ini sekali lagi menegaskan bahwa Rusia menggunakan segala cara untuk menyembunyikan kerugiannya di medan perang dan menyembunyikan kehadiran asing,” kata pernyataan itu, dilansir CNN.

Baca Juga: Elon Musk Usulkan Tes Kognitif untuk Pejabat AS, Ternyata Ini Pemicunya

Perkiraan intelijen AS, Ukraina, dan Korea Selatan menyebutkan jumlah tentara Korea Utara di Rusia antara 11.000 hingga 12.000, beberapa di antaranya telah terlibat dalam operasi tempur bersama puluhan ribu pasukan Rusia untuk membantu merebut kembali sebagian Kursk yang direbut dalam serangan Ukraina pada bulan Agustus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved