Pengaku Nabi Ditembak Mati di Ruang Sidang Pakistan Ternyata Warga AS

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 00:00 WIB
loading...
Pengaku Nabi Ditembak...
Tahir Ahmad Naseem, 57, warga Amerika Serikat, terdakwa kasus penistaan agama ditembak mati pengunjung sidang pengadilan di Peshawar, Pakistan. Foto/WAM.com
A A A
ISLAMABAD - Pria terdakwa kasus penistaan agama yang ditembak mati di ruang sidang pengadilan di Peshawar, Pakistan , ternyata warga Amerika Serikat (AS).

Tahir Ahmad Naseem, 57—yang dituduh menista agama Islam karena mengaku sebagai nabi —sebelumnya diberitakan media lokal sebagai warga Pakistan. Dia ditembak enam kali oleh pengunjung sidang pada Rabu (29/7/2020).

Pelaku penembakan diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai pria lokal berusia 19 tahun bernama Faisal. (Baca: Pria Pengaku Nabi Ini Tewas Ditembak 6 Kali di Ruang Sidang Pengadilan )

Setelah penembakan itu, pemerintah Amerika Serikat mendesak Pakistan untuk merombak undang-undang atau hukum penistaan agama yang keras tersebut. Menurut para kritikus, undang-undang itu sering digunakan untuk menganiaya anggota minoritas agama.

Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dari New York Times, Jumat (31/7/2020), mengatakan Naseem telah dibujuk ke Pakistan dari Illinois oleh orang-orang yang ingin menjebaknya menggunakan hukum penistaan agama Pakistan. Petugas konsular telah bekerja dengan Naseem dan keluarganya sejak dia ditahan di Pakistan pada 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved