14 Dokter Internasional Tiba di Gaza
Jum'at, 10 Januari 2025 - 20:01 WIB
loading...
Jenazah dan warga Palestina yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah serangan Israel terhadap tenda-tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi di daerah al-Mawasi di Khan Yunis, Gaza pada 7 Januari 2025. Foto/Hani Alshaer/Anadolu Agency
A
A
A
GAZA - Sekelompok 14 dokter dari berbagai negara tiba di Gaza pada Kamis (9/1/2025), bekerja sama dengan organisasi Rahma Worldwide untuk membantu warga yang terluka dan sakit di tengah serangan Israel yang terus berlangsung selama 15 bulan.
Kepala organisasi tersebut, Shadi Zaza, menyatakan dalam konferensi pers di Gaza, "Dua belas dokter bedah dan dua dokter telah tiba untuk mendukung masyarakat di wilayah tersebut."
"Kami di sini untuk mengirim pesan kemanusiaan dan menyoroti keadaan mengerikan yang dihadapi penduduk karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang parah," ujar dia.
Zaza menekankan, para dokter tersebut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan yang bertujuan meringankan penderitaan.
Dia menyatakan keprihatinan atas memburuknya kondisi kesehatan dan kehidupan yang disebabkan blokade Israel dan kekerasan yang terus berlanjut.
Dia lebih lanjut menjelaskan Gaza sedang bergulat dengan penyebaran epidemi dan kelaparan, yang telah menyebabkan anak-anak meninggal karena kelaparan dan kedinginan.
Dia menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri kampanye pemboman Israel dan meningkatkan kondisi kehidupan bagi warga Palestina.
Kepala organisasi tersebut, Shadi Zaza, menyatakan dalam konferensi pers di Gaza, "Dua belas dokter bedah dan dua dokter telah tiba untuk mendukung masyarakat di wilayah tersebut."
"Kami di sini untuk mengirim pesan kemanusiaan dan menyoroti keadaan mengerikan yang dihadapi penduduk karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang parah," ujar dia.
Zaza menekankan, para dokter tersebut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan yang bertujuan meringankan penderitaan.
Dia menyatakan keprihatinan atas memburuknya kondisi kesehatan dan kehidupan yang disebabkan blokade Israel dan kekerasan yang terus berlanjut.
Dia lebih lanjut menjelaskan Gaza sedang bergulat dengan penyebaran epidemi dan kelaparan, yang telah menyebabkan anak-anak meninggal karena kelaparan dan kedinginan.
Dia menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri kampanye pemboman Israel dan meningkatkan kondisi kehidupan bagi warga Palestina.
Lihat Juga :