Ketika Mohammed bin Salman 'Tabok' Wahhabi untuk Tampilkan Islam Arab Saudi yang Moderat

Rabu, 06 September 2023 - 15:19 WIB
loading...
Ketika Mohammed bin...
Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam reformasinya telah menabok Wahhabi untuk tampilkan Islam Arab Saudi yang moderat. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Dia Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi. Usia penguasa de facto kerajaan ini baru 38 tahun.

Dia terkenal karena mereformasi kerajaan. Dia telah "menabok" gerakan Wahhabi atau Wahhabisme. Gerakan ini dianggap telah mencitrakan Arab Saudi sebagai kerajaan Islam konservatif selama bertahun-tahun.

Dengan "menindak" Wahhabi, putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini ingin menampilkan citra Islam Arab Saudi yang lembut dan moderat, yang dia sebut seperti dulu kala.

Tujuan reformasinya adalah meningkatan ekonomi kerajaan dengan tidak lagi bergantung pada minyak. Dia membuat negaranya terbuka bagi dunia internasional sebagai pusat investasi.

Selama beberapa dekade, raja-raja Arab Saudi memberikan dukungan kepada para ulama yang menganjurkan Wahhabisme. Selama itulah, kerajaan menerapkan kode moralitas yang ketat, antara lain membatasi hak-hak perempuan dan agama minoritas.

Baca Juga: Putra Mahkota: Wahhabisme Disebar Saudi atas Permintaan Barat

Di bawah MBS, perempuan diperbolehkan mengemudi; menghadiri ruang kelas pendidikan bercampur gender, menonton bioskop, dan mengizinkan konser—di mana pria dan wanita menari bersama sebagai hal yang normal.

Pakar ternama; Yasmine Farouk dan Nathan J Brown, menyebut berkurangnya peran ulama Wahhabi dalam kebijakan domestik dan internasional Arab Saudi merupakan sebuah “revolusi” dalam urusan negara tersebut.

MBS mengakui bahwa reformasi ini berisiko membuat marah konstituen tertentu atau bahkan memicu pembalasan.

Natan Perancis, Associate Professor of Religion di Miami University menulis di The Conversation, Rabu (5/9/2023), bahwa telah mengikuti reformasi ala MBS dengan cermat.

Di masa lalu, orang-orang Saudi yang menentang otoritas Wahhabi telah memicu kerusuhan.

Ketika Raja Fahd, yang memerintah antara tahun 1982-2005, menolak nasihat para ulama Wahhabi dan mengizinkan militer AS untuk menempatkan senjata dan anggota militer perempuan di wilayah Saudi, beberapa dari mereka mendukung pemberontakan dengan kekerasan terhadapnya.

MBS tampaknya tidak peduli dengan tantangan seperti itu. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara luas di seluruh wilayah kerajaan, MBS mengecam ulama Wahhabi dan menuduh beberapa orang memalsukan doktrin Islam.

Dia kemudian menahan seorang ulama besar Wahhabi yang pernah dia minta nasihatnya, dan menuduhnya melakukan kejahatan terhadap monarki. MBS membela tindakan itu dengan menyatakan; “Kami kembali ke keadaan sebelumnya. Sebuah negara Islam moderat yang terbuka untuk semua agama, tradisi, dan masyarakat di seluruh dunia.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved