Pangeran Arab Saudi: Rencana Trump Caplok Gaza Tak Laku di Mana Pun, Rencana Marshall Solusinya

Minggu, 16 Februari 2025 - 09:19 WIB
loading...
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Turki al-Faisal (kiri) dari Kerajaan Arab Saudi menyerukan Rencana Marshall yang dipimpin AS sebagai solusi untuk Gaza yang hancur dibombardir Israel. Foto/Al Arabiya English
A A A
MUNICH - Pangeran Turki al-Faisal dari Kerajaan Arab Saudi telah menyerukan Rencana Marshall yang dipimpin Amerika Serikat (AS) sebagai solusi untuk Gaza yang hancur dibombardir Israel.

Dia tetap menolak rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengambil alih Gaza dengan merelokasi paksa warga Palestina dari wilayah itu ke Mesir dan Yordania. Menurutnya, rencana itu "tidak laku di mana pun."

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, mantan kepala intelijen Arab Saudi tersebut menolak usulan Trump sebagai hal yang tidak dapat dilaksanakan dan sebaliknya mendesak Washington untuk membantu rekonstruksi Gaza sambil mengizinkan penduduknya tetap tinggal di tanah air mereka.

"Tempat ini penuh dengan alternatif," kata Pangeran Turki al-Faisal dalam sebuah wawancara dengan Hadley Gamble dari Al Arabiya News, yang dilansir Minggu (16/2/2025).

Baca Juga: Kerasnya Saudi pada Israel Mengingatkan pada Raja Faisal yang Gebuk AS dengan Embargo Minyak

“Ada Prakarsa Perdamaian Arab, yang merupakan alternatif yang sangat komprehensif yang akan mempertimbangkan penyelesaian akhir konflik antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya,” ujarnya, menyebutkan salah satu contoh solusi untuk Gaza.

Dia melanjutkan: “Mereka dapat mempertimbangkan untuk melakukan Gaza sesuai dengan Rencana Marshall di Eropa setelah Perang Dunia II. Amerika membangun kembali seluruh benua, apalagi sepetak kecil Gaza ini. Dan orang-orang tetap tinggal di tempat itu, mereka tidak memindahkan orang Eropa keluar dari Eropa untuk membangunnya.”

Komentar pangeran senior Arab Saudi ini muncul beberapa hari setelah Trump mengumumkan rencananya untuk mengambil alih Gaza dan mengusir penduduk Palestina. Berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengusulkan untuk mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah”–tanpa penduduknya saat ini.

“Mereka dapat pindah ke Yordania atau Mesir atau negara lain,” kata Trump saat itu, meskipun kedua negara dengan tegas menolak gagasan tersebut.
Tanggapan Pangeran Turki al-Faisal di Munich tegas. “Rencana Trump tidak laku di mana pun,” katanya.

“Jika mereka harus dipindahkan dari Gaza, mereka harus diizinkan untuk kembali ke rumah mereka dan ke kebun jeruk dan zaitun mereka di Haifa, Jaffa, dan kota-kota serta desa-desa lain tempat mereka melarikan diri atau diusir paksa oleh Israel,” paparnya.”

Amerika Harus Akui Kerugian Palestina


Kerajaan Saudi juga mengeluarkan teguran tajam terhadap kemarahan Washington atas kematian warga sipil Israel, mengingatkan AS bahwa Palestina telah menanggung beban konflik–sering kali di tangan senjata buatan Amerika.

“Saya berharap orang Amerika juga mengingat bahwa sebelum 7 Oktober, dan sejak 7 Oktober, orang-orang yang paling banyak tewas adalah orang Palestina dengan senjata Amerika,” kata Pangeran Turki al-Faisal, yang merupakan putra almarhum Raja Faisal bin Abdulaziz al-Saud.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Prancis vs Irak: Les...
Prancis vs Irak: Les Bleus Ancam Kubur Mimpi Singa Mesopotamia
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved