10 Fakta Menarik Tembok Besar China, Nomor 5 Bahan Utamanya Adalah Ketan

Sabtu, 02 September 2023 - 04:35 WIB
loading...
A A A
Terampil dalam pertempuran dan teknik, mereka mampu bekerja sama untuk membangun benteng besar yang membentuk tembok. Para petani sering kali bertanggung jawab untuk membersihkan lahan, menggali parit, dan membangun fondasi tembok.

Para penjahat dipekerjakan di tembok sebagai bentuk hukuman dan sering kali dipaksa bekerja berjam-jam dalam kondisi yang menantang. Meskipun kondisi yang keras dan kerja keras yang terlibat dalam pembangunan Tembok Besar, para pekerja ini mampu bersatu dan menciptakan salah satu dari keajaiban arsitektur paling mengesankan di dunia.

5. Tembok Besar Terbuat dari Ketan

Tembok Besar dibangun menggunakan berbagai bahan, termasuk batu bata, tanah padat, dan batu. Namun elemen yang paling menarik adalah apa yang menyatukan semuanya. Mortar yang mereka gunakan untuk meletakkan batu bata dan batu terbuat dari campuran batu kapur dan air yang khas, tetapi mereka menambahkan bahan unik: ketan! Penggunaan ketan sebagai bahan bangunan sudah ada sejak Dinasti Ming.

Ketan dicampur dengan kapur sirih, pasir, dan air untuk menghasilkan bahan yang kuat dan tahan lama serta mampu bertahan dalam ujian waktu. Tapi mengapa menggunakan nasi? Jika dicampur dengan bahan lain, amilopektin dalam beras menghasilkan mortar yang lengket dan fleksibel sehingga lebih tahan terhadap gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Bahkan, beberapa bagian Tembok Besar yang dibangun menggunakan mortar beras tersebut masih berdiri kokoh hingga saat ini, ratusan ribu bertahun-tahun kemudian. Penggunaan beras dalam konstruksi juga merupakan perkembangan penting di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara lokal dan ramah lingkungan dibandingkan mengimpor bahan-bahan yang mahal dari tempat yang jauh.

6. Tembok Besar Adalah Situs Warisan Dunia UNESCO

10 Fakta Menarik Tembok Besar China, Nomor 5 Bahan Utamanya Adalah Ketan

Foto/Reuters

Dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Tembok Besar diakui di seluruh dunia karena signifikansi budayanya. Tembok Besar awalnya dibangun selama ribuan tahun, dimulai pada abad ke-7 SM dan berlanjut hingga Dinasti Ming (1368-1644).

Tembok ini membentang sepanjang 13.000 mil melintasi China utara, dan dibangun untuk melindungi kekaisaran China dari pasukan penyerang dari utara. Namun Tembok Besar lebih dari sekadar benteng militer—tembok ini juga merupakan simbol budaya dan identitas China.

Tembok ini mencerminkan filosofi China kuno “feng shui”, yang menekankan pentingnya menyeimbangkan unsur alam dan buatan manusia dalam lingkungan. Selain itu, Tembok Besar telah memainkan peran penting dalam sastra, seni, dan budaya China. Cerita rakyat selama berabad-abad.

Penyair dan penulis telah menulis tentang keindahan dan kemegahan tembok tersebut, sementara para seniman telah menggambarkannya dalam lukisan dan karya seni lainnya. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Tembok Besar diakui sebagai kekayaan budaya yang tidak hanya dimiliki China tetapi juga milik China. seluruh dunia. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya peran warisan budaya dalam membentuk pemahaman kita tentang masa lalu dan visi kita untuk masa depan.

Baca Juga: 10 Patung Paling Terkenal di Dunia, Mayoritas Memiliki Nilai Sejarah yang Tinggi

7. Tembok Besar Memiliki Aturan Pelestarian Yang Ketat

10 Fakta Menarik Tembok Besar China, Nomor 5 Bahan Utamanya Adalah Ketan

Foto/Reuters

Dengan perkiraan 10 juta pengunjung setiap tahunnya, tempat ini tetap menjadi daya tarik yang populer. Namun apakah hal ini lebih banyak merugikan daripada menguntungkan? Untuk membantu memerangi kerusakan Tembok Besar secara perlahan, ada beberapa peraturan yang cukup ketat.

Tahukah Anda bahwa mengambil batu bata, batu, atau bahan lain dari Tembok Besar adalah tindakan ilegal? Benar, tidak ada oleh-oleh untukmu! Pemerintah China ingin mempertahankan tembok tersebut dalam keadaan aslinya, sehingga mereka tidak mengizinkan adanya perubahan atau modifikasi apa pun pada tembok itu sendiri.

Artinya, Anda tidak boleh memotong batu bata atau mengukir inisial Anda di dinding, tidak peduli seberapa tergodanya Anda. Namun bukan itu saja—pemerintah China juga membatasi berapa banyak orang yang boleh mengunjungi bagian tertentu di dinding pada waktu tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Berita Terkini
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Infografis
10 Anak Terkaya di Dunia,...
10 Anak Terkaya di Dunia, Nomor 5 Putri Pangeran William
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved