Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!

Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:46 WIB
loading...
Trump Tuduh China Ikut...
Presiden Donald Trump tuduh China ikut campur dalam pemilu AS, menyebutnya sebagai kompromi data pemilu terbesar dalam sejarah. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dalam pidato di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa China telah ikut campur dalam pemilu Amerika. Dia bahkan menyebutnya sebagai "kompromi data pemilu terbesar dalam sejarah" yang dilakukan mulai pada siklus pemilu tahun 2020.

Menurut Gedung Putih, kompromi data tersebut mengakibatkan China mengakuisisi 220 juta berkas pemilih di AS. Data itu mencakup nama, alamat, nomor telepon, dan preferensi politik.

Baca Juga: Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah

“Hilangnya data ini menghadirkan mimpi buruk keamanan pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump, yang dikutip Reuters, Jumat (17/7/2026).

Tuduhan Trump ini berdasarkan dokumen intelijen yang tidak diklasifikasikan yang merinci dugaan kerentanan dalam infrastruktur pemungutan suara pemilu di Amerika.

“Setiap orang Amerika berhak mengetahui bahwa ketika mereka memberikan suara mereka, suara tersebut akan dihitung secara akurat,” kata Trump, dengan alasan bahwa sistem yang ada “sangat gagal” dan sangat rentan terhadap peretasan.

"Anggota 'Deep State' di badan intelijen AS bekerja untuk secara aktif menekan dan meremehkan informasi tentang sejauh mana campur tangan jahat China dalam pemilu," paparnya.

“Badan mata-mata AS mulai mengetahui adanya kebocoran data pendaftaran pemilih pada tahun 2020,” imbuh dia, seraya menuduh para pejabat menyembunyikan dugaan pelanggaran tersebut baik dari presiden maupun masyarakat Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved