Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:18 WIB
loading...
Mengapa Arab Saudi dan...
Arab Saudi dan Kuwait mulai melirik Pakistan sebagai mitra pelindung, menandai ketergantungan pada AS tak lagi mutlak. Foto/Times of Islamabad
A A A
JAKARTA - Selama puluhan tahun Amerika Serikat (AS) menjadi penjamin utama keamanan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait. Kehadiran pangkalan militer AS, sistem pertahanan udara, hingga armada Angkatan Laut di kawasan Teluk membuat Washington menjadi pilar utama keamanan Timur Tengah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, dinamika geopolitik mulai berubah. Arab Saudi dan Kuwait tidak lagi hanya mengandalkan Amerika Serikat sebagai mitra pertahanan. Keduanya kini semakin aktif memperluas kerja sama militer dengan berbagai negara, termasuk Pakistan yang merupakan satu-satunya negara mayoritas Muslim yang memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir

Mengapa Pakistan menjadi salah satu mitra yang semakin penting?

Kepercayaan terhadap Payung Keamanan AS Mulai Berubah


Perubahan strategi keamanan negara-negara Teluk dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa penting.

Serangan terhadap fasilitas minyak Aramco pada 2019 menjadi salah satu titik balik. Meski fasilitas energi vital Arab Saudi diserang menggunakan rudal dan drone, respons militer AS dinilai relatif terbatas sehingga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana Washington bersedia terlibat langsung jika sekutu-sekutunya kembali menghadapi ancaman besar.

Selain itu, fokus kebijakan luar negeri AS dalam beberapa tahun terakhir juga bergeser ke kawasan Indo-Pasifik untuk menghadapi meningkatnya pengaruh China. Pergeseran prioritas tersebut membuat negara-negara Teluk mulai mengadopsi strategi baru, yakni tidak bergantung hanya pada satu mitra keamanan.

Hal ini tidak berarti Arab Saudi maupun Kuwait memutus hubungan dengan AS. Washington tetap menjadi pemasok utama persenjataan dan mitra pertahanan strategis. Namun, Riyadh dan Kuwait kini menjalankan kebijakan diversifikasi dengan memperkuat hubungan pertahanan bersama Pakistan, Turki, China, hingga sejumlah negara Eropa.

Pakistan Punya Kekuatan Militer Besar di Dunia Islam

Di antara seluruh negara Islam, Pakistan memiliki posisi yang sangat istimewa karena kombinasi kemampuan militer konvensional dan strategis yang dimilikinya.

Pakistan memiliki salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia. Berdasarkan perkiraan berbagai lembaga riset internasional, Pakistan memiliki sekitar 650.000 personel militer aktif, terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta didukung oleh ratusan ribu personel cadangan dan pasukan paramiliter.

Kekuatan Angkatan Darat Pakistan

Angkatan Darat Pakistan merupakan komponen terbesar dalam militernya dengan sekitar 560.000 personel aktif.

Pakistan mengoperasikan lebih dari 2.500 tank tempur utama, termasuk: Al-Khalid dan Al-Khalid II (tank hasil kerja sama Pakistan dengan China), Tipe-85IIAP, Tipe-59 yang telah dimodernisasi, serta berbagai kendaraan lapis baja dan sistem artileri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Kerap Cekcok, PM Spanyol...
Kerap Cekcok, PM Spanyol Sanchez dan Trump Bakal Hadiri Final Piala Dunia
Rekomendasi
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Berita Terkini
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved