Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah

Jum'at, 17 Juli 2026 - 08:31 WIB
loading...
Media China Gambarkan...
Media China unggah video buatan AI yang menggambarkan orang Filipina sebagai monyet. Pemerintah Filipina marah. Foto/X @whyyoutouzhele
A A A
MANILA - Pemerintah Filipina marah dan mengecam keras China Daily yang dikelola pemerintah China karena merilis video buatan AI (artificial intelligence) yang menggambarkan orang Filipina sebagai monyet.

Menurut Manila, video rasisme itu "menyinggung, menyusahkan, dan tidak dapat diterima". Manila menarik garis tegas terhadap propaganda Beijing yang tidak manusiawi.

Baca Juga: Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan

Manila menuntut agar video yang diunggah di akun Facebook China Daily pada 10 Juli dihapus. Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Video tersebut menampilkan seekor monyet mengenakan pakaian Filipina yang diarahkan dengan tangan yang mewakili Amerika Serikat dan Jepang tentang apa yang akan dinyanyikan. Setelah disebut "bodoh", monyet tersebut menarik selembar lirik bertuliskan "penghargaan arbitrase Laut China Selatan" sebelum dibuang ke laut dan diledakkan oleh meriam air kapal.

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengecam materi tersebut sebagai “propaganda yang tercela” dan “aib bagi negara mana pun yang mengeklaim menjalankan kepemimpinan regional yang bertanggung jawab.”

"Kejadian ini mengungkap kelemahan pemerintah yang melakukan rasisme, ancaman, dan merekayasa kebencian karena gagal mempertahankan klaim konyolnya melalui alasan, bukti, atau hukum," katanya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026).

“Ejekan terhadap Keputusan Arbitrase tahun 2016 yang sah dan video yang mengagungkan kekerasan terhadap rakyat dan tentara Filipina mengungkap kebangkrutan moral dan intelektual mesin propaganda China,” kata Teodoro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
China Marah, AS Tak...
China Marah, AS Tak Mau Tarik Sistem Rudal Typhon dari Filipina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved