Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Senin, 20 Juli 2026 - 09:53 WIB
loading...
Emir Kuwait Sheikh Meshal al-Ahmad Al Jaber Al Sabah. Kuwait berupaya mencari perlindungan dari Pakistan yang bersenjata nuklir setelah berkali-kali diserang Iran. Foto/KUNA
A
A
A
KUWAIT CITY - Kuwait berupaya mencari perlindungan dari Pakistan yang bersenjata nuklir setelah negara Teluk yang kaya minyak itu jadi bulan-bulanan serangan Iran. Langkah Kuwait ini pada dasarnya meniru apa yang sudah dilakukan Kerajaan Arab Saudi.
Mengutip laporan dari Reuters, Senin (20/7/2026), Kuwait sedang menegosiasikan perjanjian pertahanan yang diperluas dengan Pakistan. Sebagai imbalannya, Kuwait akan menjalin kerja sama energi dan investasi dengan negara Asia Selatan tersebut.
Bacaa Juga: 1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Seorang pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters, "Kuwait menginginkan Islamabad untuk mengerahkan ribuan pasukan Pakistan di darat, jet tempur, drone, sistem pertahanan udara, dan fasilitas terkait pertahanan lainnya."
Pembicaraan tersebut, meskipun masih dalam tahap awal, menggarisbawahi bagaimana lanskap keamanan regional sedang diubah oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
Kuwait telah mengalami beberapa serangan Iran paling intens sebagai balasan atas serangan AS terhadap Teheran. Pada hari Jumat, Kuwait mengatakan sebuah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi telah rusak parah akibat serangan Iran.
Upaya Kuwait untuk menjalin hubungan dengan Pakistan patut diperhatikan karena negara Teluk tersebut merupakan rumah bagi sekitar 14.000 pasukan AS, lebih banyak daripada negara lain di Timur Tengah. AS juga memiliki dua pangkalan besar di sana—Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali al-Salem.
Mengutip laporan dari Reuters, Senin (20/7/2026), Kuwait sedang menegosiasikan perjanjian pertahanan yang diperluas dengan Pakistan. Sebagai imbalannya, Kuwait akan menjalin kerja sama energi dan investasi dengan negara Asia Selatan tersebut.
Bacaa Juga: 1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Seorang pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters, "Kuwait menginginkan Islamabad untuk mengerahkan ribuan pasukan Pakistan di darat, jet tempur, drone, sistem pertahanan udara, dan fasilitas terkait pertahanan lainnya."
Pembicaraan tersebut, meskipun masih dalam tahap awal, menggarisbawahi bagaimana lanskap keamanan regional sedang diubah oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
Kuwait telah mengalami beberapa serangan Iran paling intens sebagai balasan atas serangan AS terhadap Teheran. Pada hari Jumat, Kuwait mengatakan sebuah pembangkit listrik dan pabrik desalinasi telah rusak parah akibat serangan Iran.
Upaya Kuwait untuk menjalin hubungan dengan Pakistan patut diperhatikan karena negara Teluk tersebut merupakan rumah bagi sekitar 14.000 pasukan AS, lebih banyak daripada negara lain di Timur Tengah. AS juga memiliki dua pangkalan besar di sana—Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali al-Salem.
Lihat Juga :