Mengapa Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap?

Minggu, 06 Agustus 2023 - 15:05 WIB
loading...
Mengapa Mantan PM Pakistan...
Penangkapan mantan PM Pakistan Imran Khan memicu krisis politik. Foto/Reuters
A A A
ISLAMABAD - Pakistan diwarnai krisis politik dan ekonomi yang mengguncang berbagai sendi-sendi kehidupan. Itu mencapai klimaks ketika mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan ditangkap dari kediamannya di Lahore setelah dia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dalam kasus korupsi.

Setelah menghukum Khan, pengadilan Islamabad mengeluarkan surat perintah penangkapan yang mengatakan dia akan menjalani hukumannya di penjara pusat Rawalpindi di provinsi Punjab Pakistan, dengan polisi di Lahore dengan cepat bergerak untuk menangkapnya dari rumahnya.

Keyakinan, yang dijatuhkan secara in absentia, melarang Khan dari jabatan politik selama lima tahun ke depan.

Mengapa Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap?

Foto/Reuters

Melansir Al Jazeera, Pakistan telah melihat mantan perdana menterinya ditangkap selama bertahun-tahun dan intervensi oleh militernya yang kuat, dengan Khan, mantan bintang kriket internasional, menjadi mantan perdana menteri ketujuh yang ditangkap.

Tidak ada PM dalam sejarah Pakistan yang berhasil menyelesaikan masa jabatan lima tahun mereka, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi negara.

Baca Juga: Rumah Dikepung, Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap Polisi

Ini adalah penangkapan keduanya tahun ini setelah dia ditahan Mei lalu oleh lembaga antikorupsi Pakistan sehubungan dengan kasus lain. Khan membantah melakukan kesalahan dan dibebaskan dengan jaminan dalam beberapa hari.

Tapi itu tidak menghentikan protes besar-besaran yang pecah setelah penangkapan pertama Khan, setelah itu ribuan pekerja dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) Khan dan para pemimpin mereka ditahan oleh pihak berwenang.

Banyak dari mereka akan diadili di pengadilan militer dengan tuduhan menyerang instalasi dan monumen militer, sebuah keputusan yang membuat marah kelompok hak asasi manusia.

Khan dituduh oleh komisi pemilihan menyalahgunakan jabatan perdana menteri 2018-2022 untuk secara tidak sah membeli dan menjual hadiah milik negara yang diterima selama kunjungan ke luar negeri yang bernilai lebih dari 140 juta rupee Pakistan ($500.000).

Dikenal sebagai kasus penyembunyian aset, atau Toshakhana, hadiah tersebut diduga termasuk jam tangan yang diberikan oleh keluarga kerajaan, menurut pejabat pemerintah, yang sebelumnya menduga bahwa pembantu Khan menjualnya di Dubai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Tak Pernah Kepikiran...
Tak Pernah Kepikiran Jadi Kreator Konten, Nickysya Kini Sukses Berkat Viedo Reviewnya di TikTok
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Berita Terkini
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved