5 Faktor Pemicu New York City Akan Segera Tenggelam

Senin, 17 Juli 2023 - 23:27 WIB
loading...
A A A
“Terus terang, saya sedikit terkejut setelah Badai Sandy bahwa lebih banyak yang tidak dilakukan karena begitu banyak rumah yang hancur. Tempat-tempat seperti gedung apartemen di kota menderita,” kata seorang warga New York.

Pada tahun 2012, Badai Sandy menerjang Kota New York, menewaskan 44 orang, menghancurkan ribuan rumah dan infrastruktur, dan menimbulkan kerugian sekitar US$19 miliar.

“Ke depan, kita perlu mencari pembuat kebijakan untuk memikirkan perubahan iklim, ketahanan, dan mitigasi risiko,” kata warga lainnya.

Setiap bangunan tinggi tambahan di sepanjang air dapat berkontribusi pada risiko banjir di masa depan.

5. Hanya Berorientasi pada Uang

5 Faktor Pemicu New York City Akan Segera Tenggelam

Foto/Reuters

New York City dikenal dengan harga tanah dan properti termahal di Amerika Serikat. Tapi, itu akan kehilangan banyak hal karena naiknya air laut terus mengikis pantai.

"Ketika kita melihat ke seluruh negeri, kita berbicara tentang sejumlah besar uang yang pada dasarnya hilang karena naiknya air laut," kata wakil presiden komunikasi organisasi riset Climate Central Peter Girard.

“Di wilayah New York, saat kami memproyeksikan hingga 2050, jumlahnya mendekati USD1 miliar. Ini bukan nilai eceran tanah, tetapi nilai yang dihitung berdasarkan pajak. Nilai ini mendukung pajak properti dan semua layanan kota yang bergantung pada itu.”

Kota tersebut menempati urutan ketiga di dunia dalam hal nilai aset real estat yang terkena banjir pesisir, setelah Guangzhou dan Miami.

Ini bisa berarti kerugian besar bagi pemilik dan investor jika terjadi bencana alam.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% bangunan yang berisiko rusak tidak memenuhi standar ketahanan banjir.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
5 Alasan Gencatan Senjata...
5 Alasan Gencatan Senjata Tidak akan Menghentikan Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved