Jenderal AS Klaim J-35A China Menyontek Jet Tempur Siluman F-35 Amerika
Kamis, 21 November 2024 - 15:35 WIB
loading...
Kepala Staf AU AS Jenderal David W Allvin klaim pesawat J-35A China menyontek jet tempur siluman F-35 Lightning II Amerika. Foto/X @Fighterman_FFRC
A
A
A
WASHINGTON - Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jenderal David W Allvin mengeklaim pesawat tempur siluman J-35A China yang diluncurkan di Zhuhai Airshow merupakan hasil menyontek jet tempur siluman F-35 Lightning II Amerika.
Dalam sebuah wawancara dengan Air and Space Forces Magazine, Jenderal Allvin mengatakan jet tempur siluman baru China memiliki satu fitur unik, yakni tampaknya dimodelkan F-35.
"Ini masih cukup baru. Tapi, ya, cukup jelas; Anda dapat menaruhnya berdampingan dan melihat, paling tidak, dari mana kami yakin mereka mendapatkan cetak birunya, jika Anda mau," katanya.
Sebuah foto yang dirilis pada 5 November selama konferensi pers Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China memberikan tampilan pertama pada pesawat canggih tersebut, tambahan penting bagi kemampuan udara Beijing yang terus berkembang.
Baca Juga: Pesawat J-35 China Belum Mampu Tandingi Jet Siluman F-35 AS, Ini Alasannya
Dalam Zhuhai Airshow, Beijing memamerkan berbagai peralatan modern dan canggih, tetapi pesawat siluman J-35A tetap menjadi pusat perhatian hingga akhir.
Pesawat itu juga melakukan penerbangan demonstrasi yang memukau, membuat penonton kagum dengan manuvernya.
Sejak pesawat J-35A muncul ke permukaan, kemiripannya yang menarik dengan Lockheed Martin F-35 Lightning II telah menarik perhatian publik.
Meskipun Jenderal Allvin tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pernyataannya, kemiripan itu sekali lagi telah membangkitkan wacana tentang China yang mencuri rahasia teknologi militer AS.
Mengomentari pesawat itu awal bulan ini, beberapa kritikus juga menyebut bahwa J-35A disalin dari F-35 Lightning II AS.
Selama beberapa tahun, Barat menuduh China mencoba mencuri informasi rahasia tentang pesawat tempur F-35.
Kecurigaan tentang dugaan keterlibatan China dalam pencurian informasi F-35 awalnya terungkap setelah Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) AS, mengungkapkan dokumen rahasia tertentu kepada sebuah publikasi Jerman pada tahun 2015.
Dokumen tersebut diduga mengungkapkan bahwa peretas China memperoleh akses ke data rahasia tentang F-35.
Beberapa peretas China diduga menyebabkan pelanggaran data di subkontraktor utama Lockheed Martin pada tahun 2007.
Pada tahun 2013, Frank Kendall, yang saat itu menjabat kepala akuisisi pertahanan Angkatan Udara AS, menyatakan selama sidang Senat bahwa dia cukup yakin informasi rahasia F-35 aman tetapi "tidak sepenuhnya yakin" tentang informasi yang tidak dirahasiakan.
Selain itu, dia mengeklaim bahwa kekuatan pesaing telah kehilangan keunggulan desain dan produksi.
Kendati demikian, China membantah klaim tersebut dan menuduh Washington memprovokasi ketegangan.
Dalam sebuah wawancara dengan Air and Space Forces Magazine, Jenderal Allvin mengatakan jet tempur siluman baru China memiliki satu fitur unik, yakni tampaknya dimodelkan F-35.
"Ini masih cukup baru. Tapi, ya, cukup jelas; Anda dapat menaruhnya berdampingan dan melihat, paling tidak, dari mana kami yakin mereka mendapatkan cetak birunya, jika Anda mau," katanya.
Sebuah foto yang dirilis pada 5 November selama konferensi pers Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China memberikan tampilan pertama pada pesawat canggih tersebut, tambahan penting bagi kemampuan udara Beijing yang terus berkembang.
Baca Juga: Pesawat J-35 China Belum Mampu Tandingi Jet Siluman F-35 AS, Ini Alasannya
Dalam Zhuhai Airshow, Beijing memamerkan berbagai peralatan modern dan canggih, tetapi pesawat siluman J-35A tetap menjadi pusat perhatian hingga akhir.
Pesawat itu juga melakukan penerbangan demonstrasi yang memukau, membuat penonton kagum dengan manuvernya.
Kemiripannya dengan F-35 Luar Biasa
Sejak pesawat J-35A muncul ke permukaan, kemiripannya yang menarik dengan Lockheed Martin F-35 Lightning II telah menarik perhatian publik.
Meskipun Jenderal Allvin tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pernyataannya, kemiripan itu sekali lagi telah membangkitkan wacana tentang China yang mencuri rahasia teknologi militer AS.
Mengomentari pesawat itu awal bulan ini, beberapa kritikus juga menyebut bahwa J-35A disalin dari F-35 Lightning II AS.
Selama beberapa tahun, Barat menuduh China mencoba mencuri informasi rahasia tentang pesawat tempur F-35.
Kecurigaan tentang dugaan keterlibatan China dalam pencurian informasi F-35 awalnya terungkap setelah Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) AS, mengungkapkan dokumen rahasia tertentu kepada sebuah publikasi Jerman pada tahun 2015.
Dokumen tersebut diduga mengungkapkan bahwa peretas China memperoleh akses ke data rahasia tentang F-35.
Beberapa peretas China diduga menyebabkan pelanggaran data di subkontraktor utama Lockheed Martin pada tahun 2007.
Pada tahun 2013, Frank Kendall, yang saat itu menjabat kepala akuisisi pertahanan Angkatan Udara AS, menyatakan selama sidang Senat bahwa dia cukup yakin informasi rahasia F-35 aman tetapi "tidak sepenuhnya yakin" tentang informasi yang tidak dirahasiakan.
Selain itu, dia mengeklaim bahwa kekuatan pesaing telah kehilangan keunggulan desain dan produksi.
Kendati demikian, China membantah klaim tersebut dan menuduh Washington memprovokasi ketegangan.
Lihat Juga :