Presiden Belarusia: Bos Wagner Kembali ke Rusia

Kamis, 06 Juli 2023 - 16:45 WIB
loading...
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengatakan bahwa kepala tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin telah kembali ke Rusia. Foto/Daily Beast
A A A
MINSK - Presiden Belarusia , Alexander Lukashenko , mengatakan bahwa kepala tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin telah kembali ke Rusia. Lukashenko adalah sosok yang menengahi kesepakatan untuk mengakhiri pemberontakan bersenjata Wagner pada bulan lalu.

“Adapun Prigozhin, dia ada di St Petersburg. Dia tidak berada di wilayah Belarusia,” kata Lukashenko kepada wartawan.

“Di mana Prigozhin pagi ini? Mungkin dia pergi ke Moskow,” imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (6/7/2023).

Lukashenko juga mengatakan pasukan Wagner ditempatkan di kamp mereka di Ukraina timur yang diduduki Rusia, menambahkan bahwa tawarannya untuk menampung mereka di Belarusia tetap berlaku.

Lukashenko juga mengatakan bahwa Vladimir Putin tidak akan menghabisi Prigozhin karena presiden Rusia itu tidak jahat dan pendendam. Diktator Belarusia mengatakan dia berencana untuk membahas masa depan Wagner dengan Putin selama pertemuan mendatang.

Di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Lukashenko, Prigozhin meninggalkan apa yang disebutnya "pawai untuk keadilan" oleh ribuan anak buahnya di Moskow, dengan imbalan perjalanan yang aman ke pengasingan di Belarusia. Tuduhan pidana terhadap Prigozhin juga dibatalkan minggu lalu sebagai bagian dari perjanjian itu.

Prigozhin, mantan narapidana berusia 62 tahun yang bangkit menjadi tentara bayaran paling kuat di Rusia, terakhir terlihat di depan umum ketika dia meninggalkan Rostov-on-Don, sebuah kota di Rusia selatan yang diduduki pasukannya sebentar.

Prigozhin belum pernah diabadikan berada di Belarusia, dan pesawat jetnya telah terbang beberapa kali bolak-balik dari Belarusia ke Moskow dan St Petersburg. Ini memicu spekulasi dalam beberapa pekan terakhir terkait keberadaan panglima perang tersebut.

Berbicara di aplikasi perpesanan Telegram pada hari Senin untuk kedua kalinya sejak memimpin pemberontakannya yang dibatalkan, Prigozhin berterima kasih kepada para pendukung di dalam Rusia.

“Hari ini kami membutuhkan dukungan Anda lebih dari sebelumnya,” katanya sambil menjanjikan kemenangan baru di garis depan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Prigozhin dan Wagner Abaikan Ultimatum Putin

Sementara itu, media pemerintah Rusia pada hari Rabu melancarkan serangan sengit terhadap Prigozhin sebagai bagian dari upaya Kremlin untuk mendiskreditkan kepala tentara bayaran itu di mata publik Rusia.

Saluran TV Rossiya-1 menyiarkan rekaman eksklusif selama penggerebekan dinas keamanan FSB di perkebunan pribadi Prigozhin di St Petersburg. FSB mengatakan menemukan senjata, batangan emas, dan lemari penuh rambut palsu di rumah mewah kepala tentara bayaran itu.

Baca Juga: TV Rusia: Bos Tentara Bayaran Wagner Keluar Jalur karena Uang Besar

Surat kabar pro-Kremlin Izvestia juga menerbitkan rekaman penggerebekan tersebut, menunjukkan palu godam raksasa bertuliskan kata-kata "untuk digunakan dalam negosiasi penting" yang dipajang di salah satu ruangan.

Pekan lalu, Moskow juga mulai membongkar kerajaan korporat Prigozhin, menutup beberapa aset medianya.

Baca Juga: Rusia Rebut Kontrol Penuh Wagner Group di Luar Negeri
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved