Pihak yang Bertikai di Sudan Sepakati Gencatan Senjata 24 Jam

Sabtu, 10 Juni 2023 - 11:10 WIB
loading...
Pihak yang Bertikai...
Pihak yang Bertikai di Sudan Sepakati Gencatan Senjata 24 Jam. FOTO/Reuters
A A A
KHARTOUM - Pihak-pihak yang bertikai di Sudan telah menyetujui gencatan senjata nasional selama 24 jam mulai Sabtu (10/6/2023). Hal itu terungkap dalam sebuah pernyataan bersama dari pemerintah Arab Saudi dan Amerika Serikat, Jumat (9/6/2023).

“Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat mengumumkan bahwa perwakilan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyetujui gencatan senjata 24 jam di seluruh negeri yang dimulai pada 10 Juni pukul 6:00 waktu Khartoum,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dikutip dari Arab News.



“Para pihak sepakat bahwa selama gencatan senjata mereka akan menahan diri dari pergerakan yang dilarang, serangan, penggunaan pesawat atau drone, pengeboman udara, serangan artileri, penguatan posisi dan pasokan pasukan, dan akan menahan diri dari mencari keuntungan militer selama gencatan senjata,” lanjut pernyataan tersebut.

“Mereka juga setuju untuk mengizinkan pergerakan tanpa hambatan dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke seluruh negeri,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut mengeluarkan peringatan terhadap pihak yang bertikai: “Jika pihak gagal mematuhi gencatan senjata 24 jam, fasilitator akan terpaksa mempertimbangkan untuk menunda pembicaraan Jeddah”.

Gencatan senjata sebelumnya yang dibuat oleh Arab Saudi dan AS gagal setelah kedua sisi bentrokan Sudan saling menuduh melakukan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.



Gedung Putih telah memperingatkan bahwa sanksi akan dikenakan terhadap perusahaan pertahanan utama dan orang-orang yang "mengabadikan kekerasan" di Sudan karena pihak yang bertikai gagal mematuhi perjanjian gencatan senjata.

“Begitu menjadi jelas bahwa para pihak benar-benar serius untuk mematuhi gencatan senjata, fasilitator siap untuk melanjutkan diskusi yang ditangguhkan untuk menemukan solusi negosiasi untuk konflik ini,” kata Arab Saudi dan AS dalam pernyataan sebelumnya.

Sudan jatuh ke dalam kekacauan setelah pertempuran meletus pada pertengahan April antara pasukan yang setia kepada militer negara itu Jenderal Abdel Fattah Burhan dan mantan wakilnya Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo.



Ribuan warga sipil di kota dan desa di seluruh Sudan terpaksa mengungsi di tengah konflik yang memburuk di negara itu, yang menimbulkan kekhawatiran akan krisis pengungsi global baru.

Hampir 1,4 juta orang telah mengungsi, PBB melaporkan pada 28 Mei, meningkatkan kekhawatiran di antara negara-negara tetangga Sudan bahwa mereka mungkin tidak dapat mengatasi masuknya orang yang mencari keselamatan dan perlindungan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Hamas: Perundingan dengan...
Hamas: Perundingan dengan Mediator Gencatan Senjata Gaza Intensif dalam Beberapa Hari Terakhir
Israel Tampaknya akan...
Israel Tampaknya akan Setujui Proposal Mesir terkait Pembebasan Sandera
Langgar Gencatan Senjata...
Langgar Gencatan Senjata Lebanon, Israel Bom Gedung di Beirut
Tawanan Israel di Gaza...
Tawanan Israel di Gaza Peringatkan Bom Zionis Membahayakan Nyawa Mereka
Tentara Sudan Kuasai...
Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
Media Zionis Tegaskan...
Media Zionis Tegaskan Israel Gagalkan Gencatan Senjata Gaza, Bukan Hamas
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
5 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
6 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Penyakit yang...
Waspadai Penyakit yang Rentan Menyerang saat Mudik Lebaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved