Kepala HAM PBB Khawatirkan Ketegangan di Sudan
Minggu, 09 April 2023 - 17:35 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
JENEWA - Kepala Hak Asasi Manusia PBB , Volker Turk telah menyuarakan kewaspadaan atas situasi tegang di Sudan . Ia mendesak semua pihak melipatgandakan upaya mereka untuk memulihkan pemerintahan yang dipimpin sipil.
Aktivis pro-demokrasi di Sudan berbaris melawan tentara dan paramiliter pada Kamis (6/4/2023) ketika oposisi sipil menandai peringatan penting dalam perjuangan puluhan tahun melawan pemerintahan militer dengan protes baru.
Baca juga: Hamas Kutuk Keras Normalisasi Hubungan Sudan-Israel
Penundaan baru untuk penandatanganan kesepakatan guna memulihkan transisi ke pemerintahan sipil, yang telah dijadwalkan ulang pada hari Kamis, mendorong oposisi sipil untuk menyerukan protes nasional. Turki mendesak semua pihak untuk mengurangi ketegangan dan menahan diri dari kekerasan.
“Negara ini berada di titik yang menentukan. Banyak pekerjaan telah dilakukan dan banyak langkah positif diambil menuju penandatanganan kesepakatan akhir – semua upaya sekarang harus dilakukan untuk mengembalikan transisi politik ke jalan yang benar,” ujar Turk, seperti dikutip dari AFP.
Aktivis pro-demokrasi di Sudan berbaris melawan tentara dan paramiliter pada Kamis (6/4/2023) ketika oposisi sipil menandai peringatan penting dalam perjuangan puluhan tahun melawan pemerintahan militer dengan protes baru.
Baca juga: Hamas Kutuk Keras Normalisasi Hubungan Sudan-Israel
Penundaan baru untuk penandatanganan kesepakatan guna memulihkan transisi ke pemerintahan sipil, yang telah dijadwalkan ulang pada hari Kamis, mendorong oposisi sipil untuk menyerukan protes nasional. Turki mendesak semua pihak untuk mengurangi ketegangan dan menahan diri dari kekerasan.
“Negara ini berada di titik yang menentukan. Banyak pekerjaan telah dilakukan dan banyak langkah positif diambil menuju penandatanganan kesepakatan akhir – semua upaya sekarang harus dilakukan untuk mengembalikan transisi politik ke jalan yang benar,” ujar Turk, seperti dikutip dari AFP.
Lihat Juga :