Profil Kim Yo-jong, Adik Kim Jong-un yang Menyebut Ukraina Menyimpan Ambisi Nuklir
loading...
A
A
A
Pada jabatannya di pemerintahan Korea Utara, Yo-jong diperkirakan telah bertugas setidaknya sejak tahun 2014.
Dalam hal ini, sejumlah posisi penting dibebankan kepadanya termasuk wakil direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Buruh Korea.
Sekitar tahun 2018, dia menarik perhatian dunia kala melakukan kunjungan ke Korea Selatan sebagai perwakilan kakaknya. Saat itu, mereka membahas keinginan Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.
Tak hanya itu, setelahnya Kim Yo-jong juga melakukan perjalanan ke sejumlah negara lain, termasuk menghadiri pertemuan bersejarah dengan Donald Trump. Dalam pertemuan ini, dia berstatus sebagai orang kepercayaan dan penasihat Kim Jong-un.
Pada sepak terjangnya, sejumlah kontroversi juga pernah dibuat oleh Yo-jong. Sebagai contoh, dia pernah menegur Korea Selatan yang melakukan latihan militer pada tahun 2020 lalu.
Setelahnya, dia menjadi figur andalan Korea Utara untuk berbicara secara terbuka terkait urusan dengan AS dan Korsel. Terbaru, dia juga menyebut Ukraina menyimpan ambisi nuklir beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini, sejumlah posisi penting dibebankan kepadanya termasuk wakil direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Buruh Korea.
Sekitar tahun 2018, dia menarik perhatian dunia kala melakukan kunjungan ke Korea Selatan sebagai perwakilan kakaknya. Saat itu, mereka membahas keinginan Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.
Tak hanya itu, setelahnya Kim Yo-jong juga melakukan perjalanan ke sejumlah negara lain, termasuk menghadiri pertemuan bersejarah dengan Donald Trump. Dalam pertemuan ini, dia berstatus sebagai orang kepercayaan dan penasihat Kim Jong-un.
Pada sepak terjangnya, sejumlah kontroversi juga pernah dibuat oleh Yo-jong. Sebagai contoh, dia pernah menegur Korea Selatan yang melakukan latihan militer pada tahun 2020 lalu.
Setelahnya, dia menjadi figur andalan Korea Utara untuk berbicara secara terbuka terkait urusan dengan AS dan Korsel. Terbaru, dia juga menyebut Ukraina menyimpan ambisi nuklir beberapa waktu lalu.
(sya)