Tunduk pada Keinginan Putin, AS Tekan Ukraina untuk Serahkan Wilayah yang Diduduki Rusia

Senin, 17 Maret 2025 - 18:25 WIB
loading...
Tunduk pada Keinginan...
AS tekan Ukraina untuk menyerahkan wilayah yang diduduki oleh Rusia. Foto/X
A A A
MOSKOW - Ukraina harus siap menyerahkan wilayah tertentu sebagai bagian dari setiap negosiasi perdamaian di masa mendatang dengan Rusia. Itu diungkapkan Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz.

Kiev mengklaim kedaulatan atas Krimea, Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, serta Wilayah Kherson dan Zaporozhye. Wilayah tersebut secara resmi menjadi bagian dari Rusia setelah referendum pada tahun 2014 dan 2022. Moskow telah menegaskan bahwa status mereka tidak dapat dinegosiasikan.

Berbicara kepada ABC News, Waltz mengatakan bahwa penyelesaian potensial untuk konflik Ukraina "akan menjadi semacam wilayah untuk jaminan keamanan di masa mendatang" bagi Kiev.

Menurut pejabat tersebut, alternatif dalam bentuk keanggotaan NATO untuk Ukraina "sangat tidak mungkin." Ukraina telah menuntut aksesi ke blok militer yang dipimpin AS sedangkan Moskow memandang aspirasi NATO Kiev sebagai akar penyebab konflik yang sedang berlangsung.

Waltz percaya bahwa upaya untuk "mengusir setiap orang Rusia dari setiap jengkal tanah Ukraina, termasuk Krimea" tidak realistis pada saat ini. Upaya diplomatik yang sedang berlangsung yang dipelopori oleh AS harus difokuskan pada "realitas situasi di lapangan," penasihat keamanan nasional berpendapat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved