6 Pemicu AS dan Inggris Gelar Serangan Besar-besaran ke Pangkalan Houthi di Yaman

Senin, 17 Maret 2025 - 02:20 WIB
loading...
6 Pemicu AS dan Inggris...
AS dan Inggris melancarkan serangan ke basis Houthi di Yaman. Foto/Xinhua/Mohammed Mohammed
A A A
SANAA - Jet tempur AS telah melakukan serangkaian serangan udara di Yaman , menewaskan sedikitnya 31 orang setelah Presiden Donald Trump memperingatkan kelompok Houthi agar tidak menyerang kapal-kapal yang melewati Laut Merah.

Serangan AS, yang merupakan aksi militer paling signifikan sejak Trump kembali berkuasa pada bulan Januari, terjadi setelah Houthi Yaman mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah atas blokade Israel terhadap Gaza.

Serangan AS, yang dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut hingga dini hari Minggu, di ibu kota Yaman, Sanaa, serta wilayah di Saada, al-Bayda, dan Radaa, menewaskan 31 orang dan melukai 101 orang, “sebagian besar adalah anak-anak dan wanita”, juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman, Anis al-Asbahi, memposting di X.

Korban di Saada termasuk empat anak dan seorang wanita.

Kelompok Houthi memperingatkan bahwa serangan itu “tidak akan berlalu tanpa respons”. Situs web Houthi mengecam apa yang disebutnya sebagai “agresi AS-Inggris” dan “kebrutalan kriminal” Washington.

6 Pemicu AS dan Inggris Gelar Serangan Besar-besaran ke Pangkalan Houthi di Yaman

1. Meminta Iran Tidak Mendukung Houthi

Trump, dalam sebuah unggahan di media sosial, berjanji untuk "menggunakan kekuatan mematikan yang luar biasa" dan memerintahkan Iran untuk "segera" menghentikan dukungannya.

"Waktu Anda sudah habis, dan serangan Anda harus dihentikan, mulai hari ini. Jika tidak, neraka akan menghujani Anda seperti yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," kata presiden AS dalam sebuah pernyataan di Truth Social, situs media sosialnya.

"Saya telah memerintahkan militer AS hari ini untuk meluncurkan operasi militer yang tegas dan kuat terhadap teroris Houthi di Yaman," katanya, seraya menambahkan bahwa Washington "akan menggunakan kekuatan mematikan yang luar biasa sampai kami mencapai tujuan kami".

Trump juga memberi tahu Iran bahwa mereka harus segera berhenti mendukung Houthi. Ia mengatakan jika Iran mengancam AS, "Amerika akan meminta pertanggungjawaban penuh kepada Anda dan, kami tidak akan bersikap baik tentang hal itu!"

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengutuk serangan tersebut dan mengatakan Washington "tidak memiliki wewenang" untuk mendikte kebijakan luar negerinya.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

2. Houthi Belum Melakukan Serangan sejak Sepekan Lalu

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman, belum menyerang kapal mana pun meskipun mengancam akan melakukannya minggu lalu karena blokade Israel terhadap semua makanan, bahan bakar, dan pasokan lainnya ke Jalur Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved