3 Skenario AS Menginvasi Panama, Invasi Militer Salah Satu Pilihan Terburuk

Selasa, 18 Maret 2025 - 09:58 WIB
loading...
3 Skenario AS Menginvasi...
AS berniat menginvasi Panama. Foto/Xinhua/Li Muzi
A A A
WASHINGTON - Pentagon dilaporkan sedang mengeksplorasi opsi militer untuk Terusan Panama guna memastikan akses AS yang berkelanjutan ke jalur air yang penting secara strategis tersebut, menyusul permintaan dari Gedung Putih.

Kantor berita Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan sebuah dokumen, yang digambarkan sebagai pedoman keamanan nasional sementara oleh pemerintahan Trump yang baru, meminta pasukan AS untuk mempertimbangkan opsi militer guna menjaga akses ke Terusan Panama.

Menanggapi laporan tentang kemungkinan aksi militer AS, pemerintah Panama mengatakan bahwa mereka akan tetap "tegas" dalam mempertahankan kedaulatannya di tengah berita bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi yang bertujuan untuk "merebut kembali" terusan strategis tersebut.

"Sehubungan dengan pernyataan ini, saya tidak punya hal lain untuk dikatakan selain bahwa Panama tetap teguh dalam mempertahankan wilayahnya, terusannya, dan kedaulatannya," Menteri Luar Negeri Panama Javier Martinez-Acha mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis.

"Perjelaslah, terusan itu milik Panama dan akan tetap demikian," imbuhnya.

3 Skenario AS Menginvasi Panama, Invasi Militer Salah Satu Pilihan Terburuk

1. Opsi Militer sebagai Bentuk Ancaman Donald Trump

Melansir Al Jazeera, ketegangan antara AS dan Panama kembali meningkat akibat ancaman berulang Trump untuk "mengambil alih" Terusan Panama.

Berita tentang perencanaan militer AS dilaporkan awal minggu ini oleh NBC, mengutip memo internal dari Pemerintahan Trump dan pernyataan dari pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Para pejabat memberi tahu jaringan tersebut bahwa Komando Selatan militer AS akan mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk bekerja sama dengan militer Panama atau mengambil alih terusan tersebut dengan paksa. Mereka juga mengatakan bahwa invasi AS ke Panama masih tidak mungkin terjadi saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved