Siapa Daniel Kahneman? Pemenang Nobel Ekonomi yang Memilih Bunuh Diri karena Tidak Suka Hidup di Usia Tua
Senin, 17 Maret 2025 - 03:30 WIB
loading...
Daniel Kahneman memilih bunuh diri dengan bantuan dokter di Swiss. Foto/X/@MnkeDaniel
A
A
A
WASHINGTON - Psikolog Israel -Amerika dan pemenang Hadiah Nobel di bidang ekonomi Daniel Kahneman, yang meninggal tahun lalu, menggunakan bantuan dokter untuk mengakhiri hidupnya di Swiss.
Seperti dilaporkan Wall Street Journal, Kahneman terbang ke Swiss setahun yang lalu untuk mengakhiri hidupnya dan hanya memberi tahu teman dekat dan keluarga tentang keputusannya saat ia dalam perjalanan ke Eropa melalui email.
Dalam surat perpisahan yang dikirim ke sahabat karibnya, psikolog itu menulis bahwa keputusannya dimotivasi oleh keyakinan lama bahwa penderitaan yang biasanya dikaitkan dengan hidup hingga usia tua tidak perlu.
Beberapa teman dan keluarganya dilaporkan masih berjuang untuk menerima keputusannya.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
"Beberapa teman Kahneman berpikir apa yang dia lakukan konsisten dengan penelitiannya sendiri," menurut laporan WSJ.
"Sampai akhir, dia jauh lebih pintar daripada kebanyakan dari kita," kata Philip Tetlock, seorang psikolog di University of Pennsylvania.
Seperti dilaporkan Wall Street Journal, Kahneman terbang ke Swiss setahun yang lalu untuk mengakhiri hidupnya dan hanya memberi tahu teman dekat dan keluarga tentang keputusannya saat ia dalam perjalanan ke Eropa melalui email.
Siapa Daniel Kahneman? Pemenang Nobel Ekonomi yang Memilih Bunuh Diri karena Tidak Suka Hidup di Usia Tua
1. Merasa Hidup di Usia Tua Tidak Perlu
Kahneman memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan caranya sendiri saat kesehatannya masih relatif baik, alih-alih membiarkan kondisi fisiknya memburuk.Dalam surat perpisahan yang dikirim ke sahabat karibnya, psikolog itu menulis bahwa keputusannya dimotivasi oleh keyakinan lama bahwa penderitaan yang biasanya dikaitkan dengan hidup hingga usia tua tidak perlu.
Beberapa teman dan keluarganya dilaporkan masih berjuang untuk menerima keputusannya.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
2. Konsisten dengan Hasil Risetnya
Dia berusia 90 tahun saat meninggal, dan kesehatan mental dan fisiknya relatif baik."Beberapa teman Kahneman berpikir apa yang dia lakukan konsisten dengan penelitiannya sendiri," menurut laporan WSJ.
"Sampai akhir, dia jauh lebih pintar daripada kebanyakan dari kita," kata Philip Tetlock, seorang psikolog di University of Pennsylvania.
Lihat Juga :