Ukraina Jadi Importir Senjata Terbesar Ketiga di Dunia
Senin, 13 Maret 2023 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Korea Selatan adalah pemasok terbesar ke negara-negara NATO di Eropa selama lima tahun terakhir.
AS, Polandia, Jerman, dan Inggris memasok senjata paling banyak ke Ukraina tahun lalu.
“Namun, banyak senjata yang dipasok ke Ukraina adalah barang bekas dari stok yang ada. Mereka termasuk sekitar 228 artileri dan sekitar 5.000 roket artileri berpemandu dari AS, 280 tank dari Polandia dan lebih dari 7.000 rudal anti-tank dari Inggris,” ungkap SIPRI.
“Perang di Ukraina juga berdampak terbatas pada total volume senjata dalam periode lima tahun terakhir,” ungkap laporan itu.
Sementara itu, meskipun tingkat ekspor senjata AS ke Ukraina mengalami peningkatan tajam, itu masih di bawah tingkat yang dikirim Washington ke empat negara lain tahun lalu yakni Kuwait, Arab Saudi, Qatar dan Jepang, menurut SIPRI.
“Ini karena pasokan AS ke Ukraina melibatkan peralatan militer yang relatif kurang canggih dan sebagian besar bekas, sementara empat negara lainnya menerima senjata baru yang canggih, seperti pesawat tempur dan sistem pertahanan udara,” ungkap lembaga think tank tersebut.
AS tetap menjadi pengekspor pertahanan terkemuka dunia, dan pangsa ekspor senjata globalnya naik menjadi 40% dari 33% dalam lima tahun terakhir.
Namun pangsa Rusia, pemasok terbesar kedua dunia, turun menjadi 16% dari 22%.
“Kemungkinan invasi ke Ukraina akan semakin membatasi ekspor senjata Rusia,” ujar Siemon T Wezeman, peneliti senior Program Transfer Senjata SIPRI.
Dia menambahkan, “Ini karena Rusia akan memprioritaskan pasokan angkatan bersenjatanya dan permintaan dari negara lain akan tetap rendah karena sanksi perdagangan terhadap Rusia dan meningkatnya tekanan dari AS dan sekutunya untuk tidak membeli senjata Rusia.”
AS, Polandia, Jerman, dan Inggris memasok senjata paling banyak ke Ukraina tahun lalu.
“Namun, banyak senjata yang dipasok ke Ukraina adalah barang bekas dari stok yang ada. Mereka termasuk sekitar 228 artileri dan sekitar 5.000 roket artileri berpemandu dari AS, 280 tank dari Polandia dan lebih dari 7.000 rudal anti-tank dari Inggris,” ungkap SIPRI.
“Perang di Ukraina juga berdampak terbatas pada total volume senjata dalam periode lima tahun terakhir,” ungkap laporan itu.
Sementara itu, meskipun tingkat ekspor senjata AS ke Ukraina mengalami peningkatan tajam, itu masih di bawah tingkat yang dikirim Washington ke empat negara lain tahun lalu yakni Kuwait, Arab Saudi, Qatar dan Jepang, menurut SIPRI.
“Ini karena pasokan AS ke Ukraina melibatkan peralatan militer yang relatif kurang canggih dan sebagian besar bekas, sementara empat negara lainnya menerima senjata baru yang canggih, seperti pesawat tempur dan sistem pertahanan udara,” ungkap lembaga think tank tersebut.
AS tetap menjadi pengekspor pertahanan terkemuka dunia, dan pangsa ekspor senjata globalnya naik menjadi 40% dari 33% dalam lima tahun terakhir.
Namun pangsa Rusia, pemasok terbesar kedua dunia, turun menjadi 16% dari 22%.
“Kemungkinan invasi ke Ukraina akan semakin membatasi ekspor senjata Rusia,” ujar Siemon T Wezeman, peneliti senior Program Transfer Senjata SIPRI.
Dia menambahkan, “Ini karena Rusia akan memprioritaskan pasokan angkatan bersenjatanya dan permintaan dari negara lain akan tetap rendah karena sanksi perdagangan terhadap Rusia dan meningkatnya tekanan dari AS dan sekutunya untuk tidak membeli senjata Rusia.”
Lihat Juga :