Kondisi Keamanan Niger Tak Stabil, China Berupaya Dorong Kerja Sama Militer

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:00 WIB
loading...
Kondisi Keamanan Niger...
China Berupaya Dorong Kerja Sama Militer dengan Niger di saat kondisi keamanan negara Afrika barat itu sedang tidak stabil. Foto/REUTERS
A A A
NIAMEY - China mulai mendekati Niger dengan membangun pangkalan militer kedua di Afrika, dengan memanfaatkan kondisi Amerika Serikat (AS) yang kesulitan mempertahankan kehadirannya di benua tersebut.

Sejumlah perkembangan di masa lalu telah mengirimkan sinyal bahwa China memang tulus terhadap Niger untuk menjadi mitra potensial dalam penyelarasan strategis dan kerja sama ekonomi.

Di Niger, AS terpaksa menghentikan operasi militernya pada Maret 2024. Sebagai negara Afrika barat yang terkurung daratan di gurun Sahara, Niger mungkin tidak langsung terlihat seperti sekutu utama Washington, namun jelas merupakan tempat persiapan penting bagi militer AS untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan menanggapi terorisme di wilayah tersebut.

Junta baru yang berkuasa di Niger baru-baru ini menyatakan bahwa kehadiran militer AS merupakan pelanggaran terhadap konstitusi Niger. Nasib kehadiran AS, termasuk dua pangkalan drone militer, masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Niger Bersiap Usir 1.000 Tentara AS, Pasukan Rusia Masuk

Sementara itu mengenai China, negara tersebut secara historis menunjukkan kesediaan untuk terlibat dengan rezim otokratis, memandangnya sebagai mitra yang lebih dapat diandalkan dalam kerja sama ekonomi dan penyelarasan strategis.

Hal itu sangat kontras dengan negara-negara Barat yang mengutamakan pemerintahan demokratis dan hak asasi manusia (HAM). Junta militer yang merebut kekuasaan di Niger mewakili peluang potensial bagi China untuk mengkonsolidasikan pengaruh dan mengamankan kepentingannya di negara tersebut.

Mengutip dari PML Daily, Selasa (21/5/2024), pendekatan China terhadap Niger mencerminkan strateginya di kawasan lain, seperti Afghanistan, di mana China berupaya mengisi kekosongan kekuasaan akibat penarikan pasukan Barat.

Dukungan China terhadap junta militer di Myanmar adalah contoh lainnya. Dengan membina hubungan dekat dengan rezim otoriter dan memberikan bantuan ekonomi serta proyek infrastruktur, China bertujuan meningkatkan kehadiran dan pengaruhnya di bidang-bidang penting yang strategis.

Meski menekankan pada kebijakan non-intervensi dan pembangunan damai, peningkatan kemampuan militer China dan perluasan pengaruh globalnya menimbulkan kekhawatiran. Negara-negara Barat dan aktor-aktor regional khawatir dengan sikap agresif China dalam sengketa wilayah dan pendirian pangkalan militer di lokasi-lokasi strategis.

Dalam kasus Niger, kepentingan China dalam mengkonsolidasikan posisinya dan kemungkinan mengupayakan kerja sama militer tidak dapat dikesampingkan. Wilayah yang luas dengan perbatasan rapuh dan adanya sejumlah tantangan keamanan dalam negeri menjadikan Niger sebagai mitra menarik bagi tujuan keamanan China di Afrika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Mengapa Militer AS Menyerang...
Mengapa Militer AS Menyerang Pulau Qeshm di Iran? Ini 4 Faktanya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Gawat! Iran Ancam Tutup...
Gawat! Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz
Rekomendasi
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Berita Terkini
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved