Pesawat Pembom Nuklir Dikerahkan dalam Latihan Gabungan Militer AS-Israel

Selasa, 24 Januari 2023 - 14:30 WIB
loading...
Pesawat Pembom Nuklir Dikerahkan dalam Latihan Gabungan Militer AS-Israel
Pesawat Pembom Nuklir Dikerahkan dalam Latihan Gabungan Militer AS-Israel. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Israel telah meluncurkan apa yang digambarkan oleh seorang pejabat AS sebagai latihan militer gabungan paling signifikan yang dilakukan sekutu hingga saat ini.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (24/1/2023), latihan perang itu akan melibatkan ribuan pasukan, selusin kapal, dan 142 pesawat. Jenis pesawat yang dikerahkan dalam latihan itu termasuk pesawat pembom berkemampuan nuklir.

Baca: Amerika Serikat Diam-diam Kirim Senjata dari Israel ke Ukraina

Latihan "Juniper Oak", yang akan berlangsung hingga Jumat (27/1/2023), dimaksudkan untuk menunjukkan dan memperdalam integrasi antara militer AS dan Israel, kata pejabat senior pertahanan AS.

Latihan ini dilangsungkan saat meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran. Meskipun latihan tersebut kemungkinan akan menarik minat dari Teheran, pejabat AS tersebut mengatakan tidak akan ada maket target Iran dan bahwa latihan tersebut tidak berorientasi pada musuh tertentu.

“Saya pikir skala latihan itu relevan dengan berbagai skenario, dan Iran dapat menarik kesimpulan tertentu dari itu,” pejabat itu menjelaskan.

Baca: Bukan Israel Tapi Negara Ini yang Mempunyai Militer Terkuat di Timur Tengah

“Ini benar-benar dimaksudkan untuk menguji kemampuan kita untuk melakukan hal-hal pada skala ini dengan Israel melawan berbagai macam ancaman yang berbeda,” lanjutnya.

Latihan tersebut akan mencakup latihan tembakan langsung dan melibatkan 6.400 pasukan AS, banyak di antaranya akan berada di atas kapal induk AS George H.W. Bush. “Sekitar 450 tentara di darat di Israel,” kata pejabat itu.

Di luar pembom B-52, pesawat AS akan mencakup F-35, F-15, F-16, dan F-18. “Latihan akan berlangsung jarak jauh, yang melibatkan darat, laut, udara dan ruang angkasa,” kata pejabat itu.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1617 seconds (10.101#12.26)