Terima Telepon Evakuasi, 4 Perempuan Afghanistan Tewas Dibunuh

Sabtu, 06 November 2021 - 23:07 WIB
Taliban, yang merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah perang 20 tahun melawan bekas pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), adalah gerakan Islam yang sangat konservatif.

Baca juga: Serangan Dronenya Tewaskan 10 Warga Afghanistan, AS Sebut Tidak Melanggar Hukum

Di bawah periode kekuasaan terakhir mereka, perempuan dilarang dari kehidupan publik dan sejak kelompok itu kembali ke pemerintahan, banyak aktivis hak asasi manusia telah meninggalkan negara itu.

Beberapa perempuan yang masih bertahan mengadakan aksi protes jalanan di Kabul menuntut agar hak-hak mereka dihormati dan anak perempuan diizinkan bersekolah di sekolah menengah umum.

Pejuang Taliban telah membubarkan beberapa aksi protes, dan pemerintah telah mengancam akan menangkap wartawan yang meliput pertemuan tidak sah.

Tetapi para pemimpin gerakan itu bersikeras bahwa Taliban tidak berwenang untuk membunuh para aktivis, dan telah berjanji bahwa siapa pun yang melakukannya akan dihukum.

Baca juga: Serangan Bom di Rumah Sakit Militer Kabul Tewaskan Komandan Senior Taliban
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!